INDUSTRY.co.id, Jakarta - Sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menargetkan 15 juta wisman berkunjung ke Indoensia. Hal ini mendapatkan dukungan oleh Kementerian Perhubungan untuk menggerakkan pertumbuhan sektor pariwisata.
Melalui siaran persnya yang diterima oleh Industry.co.id, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengungkapkan "Untuk mendukung sektor pariwisata, ada beberapa bandara yang akan segera dimulai pembangunannya."
Ia mengatakan, saat ini Bandara Ahmad Yani di Semarang sudah dilakukan groundbreakingnya, dan diharapkan tahun 2018 akan siap beroperasi. Bandara Supadio Pontianak akan diresmikan pada tahun ini dan Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya di akhir tahun ini, serta Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin akan selesai pada tahun 2018.
Menhub sangat mengapresikan dukungan dari pemerintah daerah dalam pembangunan bandara. Terbukti bahwa perkembangan jumlah penumpang udara meningkat.
"Jumlah penumpang udara, Menhub menambahkan, terus meningkat dengan cukup tajam sehingga di beberapa bandara seperti di Jakarta, Yogyakarta, dan Semarang terjadi “kemacetan”. Jumlah penumpang angkutan udara pada tahun 2016 mencapai 89,3 juta untuk domestik dan 23,4 juta untuk internasional," ujar Menhub.
Ia menegaskan, Saya minta pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder terkait untuk berkomunikasi dengan baik agar dapat memberikan level of service yang baik. Di awal tahun 2019, semua bandara diharapkan sudah selesai dan semoga tidak ada lagi ‘kemacetan’.
Dikesempatan tersebut, Menhub meminta seluruh pemerintah daerah agar memaklumi bahwa tidak semua bandara dapat dilayani oleh seluruh maskapai penerbangan.
Dalam paparannya, ia mengatakan, Tidak semua daerah harus langsung ke Jakarta atau Bali karena itu membuat slot penerbangan Jakarta dan Bali berkurang sehingga slot maskapai asing untuk masuk ke Jakarta dan Bali yang merupakan pintu masuk ke Indonesia menjadi berkurang.
Menhub juga memberikan contoh untuk menarik minat kunjungan wisman dengan cara, misalnya rute penerbangan dari kota-kota kecil di Kalimantan dihubungkan ke kota besar, baru ke Jakarta atau Bali.
Untuk menarik maskapai menerbangi suatu rute, Menhub menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan penawaran slot ke maskapai serta memberikan arahan kepada PT Angkasa Pura untuk memberikan stimulus kepada maskapai asing yang baru melayani penerbangan ke Indonesia dengan memberikan landing fee yang gratis.
“Hal tersebut sudah dilakukan tapi masih kurang menarik, berarti apa yang kurang menarik? Kotanya atau paket wisatanya?” kata Menhub.
Menhub juga menjelaskan bahwa Bandara Soekarno Hatta dengan dua runway saat ini melayani 86 slot dalam satu jam. Setelah pembangunan runway, akan ada tiga runway di bandara tersebut sehingga dapat melayani 110 slot.
“Hal tersebut merupakan ruang yang besar agar maskapai asing dapat masuk ke Jakarta,” jelas Menhub.
Saat ini, ada beberapa pengembangan bandara untuk mendukung pariwisata yakni, Bandara H As. Hanandjoeddin - Tanjung Pandan telah menjadi bandara internasional, pengembangan Bandar Udara Sibisa - Parapat dalam rangka mendukung kunjungan wisatawan ke Danau Toba, pengembangan Bandara Abdul Saleh Malang dalam rangka mendukung kunjungan wisatawan ke Bromo-Tengger-Semeru serta pengembangan Bandara Pitu Morotai dalam rangka mendukung kunjungan wisatawan ke Morotai.