INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Pergerakan imbal hasil obligasi AS yang berbalik turun seiring dengan telah dirilisnya inflasi yang lebih rendah dari perkiraan The Fed meski diikuti dengan kenaikan pertumbuhan GDP AS di level 3,5 persen diharapkan dapat memberikan sentimen positif pada pergerakan pasar obligasi dalam negeri sehingga dapat kembali menemukan momentum kenaikannya. Tetap cermati dan waspadai terhadap sentimen yang dapat membawa pasar obligasi melemah kembali.
Pergerakan Rupiah yang cenderung melemah menahan pergerakan pasar obligasi. Akibatnya pergerakan pasar obligasi dalam negeri cenderung kembali mengalami pelemahan. Pelaku pasar pun cenderung kembali melakukan aksi jualnya seiring dengan antisipasi dirilisnya angka pertumbuhan ekonomi AS dan inflasi dimana dinilai dapat mempengaruhi keputusan The Fed untuk menaikan tingkat suku bunganya. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 0,64 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 0,45 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 0,77 bps.
Laju pasar obligasi cenderung bergerak variatif. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 89,78% memiliki imbal hasil 8,37% atau turun 0,008 bps dari sebelumnya di harga 89,75% memiliki imbal hasil 8,375%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 85,87% memiliki imbal hasil 9,05% atau naik 0,053 bps dari sehari sebelumnya di harga 86,30% memiliki imbal hasil 9,00%.
Pada Jumat (26/10), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun 0,09 bps di level 105,07 dari sebelumnya di level 105,17. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,01 bps di level 103,21 dari sebelumnya di level 103,20. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 8,706% dari sebelumnya di level 8,573% dan US Govnt bond 10Yr di level 3,078% dari sebelumnya di level 3,15% sehingga spread di level kisaran 562,8 bps lebih tinggi dari sebelumnya 542 bps.
Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung kembali variatif naik. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 10,38%-10,40%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,00%-11,02%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 12,03%-12,08%, dan pada rating BBB di kisaran 14,98%-15,00%.