INDUSTRY.co.id, Jakarta - Dengan jumlah kunjungan wisman tahun 2016 sebesar 12.023, maka pihak Kementerian Pariwisata sangat optimis jika pada tahun 2017 ini kunjungan wisman akan meningkat, terlebih jika dibantu dengan program Big Data atau Mobile Positioning Data (MPD).
"Untuk target 15 juta wisman tahun ini saya mempunyai optimise dan sangat mungkin kita capai" Ujar I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata, di Jakarta, Kamis (16/2/2017).
Optimise ini sangat didukung oleh pihak Menpar guna untuk meningkatkan wisman yang berkunjung ke Indonesia.
"Kalau misalkan situasi ekonomi,sosial dan budaya baik-baik saja, maka Saya yakin, 15 juta wisman akan tercapai 2017 ini. Hal itu bisa kita lihat dari perkembangan ekonomi di dunia dimana negara-negara pasar juga mengalami pertumbuhan ekonomi. Kecuali, Jepang yang mengalami stagnansi, Malaysia yang juga mengalami stagnansi dan juga pasar-pasar lainnya seperti Cina, Australia, Singapura, Eropa, Amerika dan termasuk India yang mengalami pertumbuhan yang optimis. " lanjutnya.
Dari pihak pemerintah sudah memberikan anggaran kepada Kemenpar sebesar 3,8 Trilun untuk tahun 2017, dari 3,8 Trilun untuk pemasaran mancanegara,sekitar 50 persen untuk digunakan pemasaran digital, yang lainnya digunakan untuk pemasaran offline sepertim pameran, festival, dan sebagainya.
Untuk angka anggaran belanja tiap wisman, Saya harap naik, karena Kami sudah memfasilitasi di dalam negeri kita semakin baik, dan itu akan membuat mereka jadi sering berbelanja. Untuk anggaran proyeksinya diharapkan tahun ini naik 10 persen dari tahun 2016 sebesar 1.218 USD, sambungnya,Deputi Menpar
Tahun 2017 ini ada tiga besar prioritas pekerjaan Kemenpar, yaitu Go Digital, Homestay Desa Wisata, dan Air Connectivity. Dengan program Go Digital disemua ini, dari membangun digital market place dengan mengedors ITX-Indonesia Tourism Xchange, membuat Dashbord M-17, Data Warehouse, sampai ke media seperti Google, Baidu, Trip-Advisor,Ctrip.
"Usaha kita untuk mencapai target 20 juta ditahun 2019 ini yang paling penting mengutamakan Go Digital, karena lebih dari 70 persen wisman search destinasi melalui media" pungkasnya, I Gde Pitana.