INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kementeran Pariwisata terus gencar untuk mempromosikan daerah wisatanya. Terbukti, jumlah wisatawan mancanegara (Wiman) pada peiode 2016 naik 15,45 persen dan menembus angka 12.023 juta.

"Angka 12,023 ini ada,bukan dibuat-buat tapi ada datanya dan BPS pun mengakuinya," ujar I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata, di Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Angka 12,023 juta yang didapat dari 11.519.275 wisman yang dilaporkan secara resmi oleh Badan Pusat Statisktik (BPS),ditambah dengan ekstraporasi dari bulan Januari sampai September 2016 sejumlah 504.696 ribu wisman yang belum dimasukkan.

Data ini sebenarnya sudah dipresentasikan di depan Forum Masyarakat Statisktik (FMS) tetapi pihak FMS tidak merekomendasikan angka tersebut. Tetapi, BPS maupun FMS mempersilahkan Kemenpar bisa menggunakan angka rill 12.023 juta wisman.

Menurut I Gde Pitana, data tersebut sangat valid, karena dihitung dengan menggunakan teknologi Big Data atau yang disebut dengan Mobile Postioning Data (MPD). Teknologi ini sama dengan menggunakan metode survei, tetapi sudah sama dengan sensus, jadi semua wisman yang masuk dan keluar melewati batas wilayah itu akan terecord oleh mesin.

MPD ini sudah teruji manfaatnya, kita sudah membuat bukti sudah melakukan uji coba di Kepri, dan haslnya mempunyai akurasi yang tinggi sesuai data catatan imigrasi. Karena MPD ini menghitung secara otomatif dengan mesin, selama 24 jam perhari, tujuh hari dalam seminggu dan 52 minggu dalam setahun. Bukan hanya jumlah wismannya saja yang tercata, tetapi lamanya mereka tinggal, profil dari mereka sendiri serta berasal dari mana mereka. semuanya sangat privasi kok, lanjut Deputi, Pitana.

"Sudah diketahui, dan telah diuji teknologi MPD itu jauh lebih akurat, mudah, murah, cepat serta berkualitas dan bukan hanya survey dengan teknik sampling. tetapi sensus via digital yang meminimalisir campur tangan dan pengaruh manusia," pungkas I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata.