INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia akan meresmikan jembatan apung pertama di Indonesia di wilaya Cilacap, Jawa Tengah. Targetnya akan beroperasi pada 4 Maret 2017.
“Apabila hasil uji beban telah sesuai dengan persyaratan maka jembatan akan diresmikan dan dioperasikan mulai tanggal 4 Maret 2017,” kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, Herry Vaza, dalam keterangan resminya, Kamis (16/2/2017).
Rencananya, jembatan apung yang dibuat oleh putra-putri bangsa Indonesia ini akan dimanfaatkan sebagai penghubung antara dua desa yang ada di Kecamatan Kampung Laut, Desa Klaces dan Desa Ujungalang.
“Pembangunan jembatan sepanjang 47 meter tersebut nantinya akan menjadi jembatan dengan teknologi apung pertama di Indonesia yang dapat dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua,” jelas dia
Teknologi apung dipilih karena di lokasi tersebut tidak memungkinkan membangun jembatan dengan teknologi pancang. Tanah di sana merupakan tanah lunak yang sulit untuk bisa dipasang pondasi konvensional seperti pancang atau sumuran karena ongkos mobilisasi juga sangat mahal.
Dengan teknologi jembatan apung, pondasi konvensional digantikan dengan ponton dan mengacu pada konsep membangun di atas air.
“Konsep ini berbeda dengan konstruksi pada awal berupa pembangunan jembatan di darat untuk kemudian diangkat ke atas ponton dan ditarik ke lokasi,” paparnya
Pembangunan jembatan apung ini dilakukan sebagai perbaikan atas runtuhnya jembatan sebelumnya pada awal Desember 2016 silam.