Bali Fintech Agenda Terkait Pengembangan Teknologi Financial

Oleh : Herry Barus | Jumat, 12 Oktober 2018 - 11:30 WIB

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (Foto Dok Industry.co.id)
Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Nusa Dua- Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde memastikan peluncuran "Bali Fintech Agenda" dapat bermanfaat untuk mendorong pengembangan industri berbasis teknologi finansial yang sedang tumbuh pesat.

"Agenda ini bisa memberikan kerangka kerja yang bermanfaat bagi negara-negara untuk merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kondisi dan prioritas," kata Lagarde dalam seminar "The Bali Fintech Agenda" di Nusa Dua, Bali, Kamis. (11/10/2018)

Lagarde mengatakan teknologi berbasis teknologi finansial bisa memberikan dampak sosial maupun ekonomi secara keseluruhan sehingga upaya untuk mendorong manfaat serta mitigasi terhadap perkembangan industri ini sedang dirumuskan dalam skala global.

"Dibutuhkan kerja sama internasional untuk mencapai potensi ini, dan kepastian bahwa revolusi 'fintech' yang sedang melanda, tidak hanya berguna bagi segelintir orang, namun juga bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan," katanya.

Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim juga mengatakan "Bali Fintech Agenda" bisa memberikan kerangka acuan untuk pemenuhan tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama bagi negara-negara berpenghasilan menengah kebawah, yang sulit mendapatkan akses terhadap jasa keuangan.

"Negara-negara membutuhkan pendalaman akses terhadap pasar keuangan. Bank Dunia terus fokus mewujudkan solusi 'fintech' untuk mendorong pemanfaatan jasa keuangan, mitigasi risiko dan mencapai kestabilan guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif," katanya.

Dalam kesempatan ini, IMF dan Bank Dunia meluncurkan "Bali Fintech Agenda" yang berisikan 12 elemen kebijakan untuk membantu negara-negara untuk memperoleh keuntungan dalam menghadapi perkembangan teknologi finansial yang pesat serta memitigasi risiko.

Elemen tersebut antara lain mendukung perkembangan teknologi finansial fintech, memanfaatkan teknologi baru untuk meningkatkan pelayanan jasa keuangan dan mendorong kompetisi serta berkomitmen kepada pasar yang terbuka, bebas dan teruji.

Kemudian, perlunya inklusi keuangan untuk semua orang dan mengembangkan pasar keuangan, memantau perkembangan perubahan di sistem finansial serta menyesuaikan kerangka kebijakan dan praktek pengawasan terhadap perkembangan teknologi dan stabilitas sistem keuangan.

Selain itu, melindungi integritas sistem keuangan, menyesuaikan kerangka hukum agar sesuai dengan perkembangan terkini, memastikan stabilitas moneter dan sistem keuangan domestik serta mengembangkan sistem infrastruktur finansial dan data yang kuat guna memperoleh manfaat teknologi finansial.

Terakhir, mendorong kerja sama dalam pembagian informasi internasional dan meningkatkan pengawasan bersama oleh sistem moneter dan keuangan internasional.

Dalam kesempatan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perkembangan teknologi finansial yang pesat, bukan merupakan hambatan yang dapat mengganggu tatanan sosial, karena situasi ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi.

Namun, ia mengingatkan, pentingnya regulasi sebagai panduan dalam berperilaku di industri teknologi finansial dan untuk perlindungan terhadap konsumen agar "fintech" tidak menimbulkan disrupsi dan mengganggu kesejahteraan masyarakat.

"Masuknya investor teknologi finansial berbasis jasa ke Indonesia menjadi peluang, namun belum ada regulasi yang dapat mendukung itu. Belum lagi persoalan perlindungan data dan pajak yang masih harus diformulasikan. Padahal kita meyakini ini bagus dan berdampak kepada ekonomi," ujar Sri Mulyani.

Untuk itu, Sri Mulyani menyakini perumusan 12 elemen yang tercantum dalam "Bali Fintech Agenda" dapat membantu negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, guna pembentukan kebijakan yang bermanfaat untuk perlindungan konsumen dan tidak mengancam stabilitas keuangan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Desa Wisata

Minggu, 16 Juni 2019 - 12:30 WIB

Kemenpar Gandeng Udinus Latih Warga Temanggung Majukan Desa Wisata

Kementerian Pariwisata dan Universitas Dian Nuswantara Semarang memberikan pelatihan memajukan potensi daerah sebagai desa wisata baru pada warga Kelurahan Walitelon Utara Kecamatan Temanggung,…

Neta S Pane, IPW (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:56 WIB

Lima Alasan IPW Desak Polri Segera Menahan Komjen Purn Sofyan Jacob

Ind Police Watch (IPW) mendesak Polri segera menahan Sofyan Jacob. Jika Sofyan tidak hadir, Polri harus melakukan upaya jemput paksa dan segera menjebloskannya ke tahanan.

Harry Hikmat Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:45 WIB

Korban Bencana Alam Yang Jatuh Miskin Berpeluang Dapat PKH

Korban bencana alam yang jatuh miskin berpeluang menjadi penerima program keluarga harapan (PKH) baru . Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat menjelaskan korban bencana…

Shabrina Evaswantry Binti Novizar Swantry ( Nana) (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:36 WIB

Surat-Surat Wasiat Mendiang Nana ( Obituari Penderita Kanker)

“ For Everyone. PS : Sayang, tolong dibacakan setelah kuburku ditutup. Bacakan dengan ikhlas dan penuh syukur. Dont be sad,” itu tulisan pengantar dari surat “wasiat” almarhumah Shabrina…

Festival cabai

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:19 WIB

Menduniakan Cabai Melalui Festival Cabai

Tangerang - Pada perayaan acara Pehcun atau lomba perahu naga di Tangerang 15-16 Juni ini Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan Museum Tanah dan Pertanian Bogor dan Museum Benteng Heritage…