INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyambut baik rencana Amazon Web Service (AWS) yang menyatakan niatnya untuk berinvestasi di Indonesia.
"Kami melihat Indonesia harus ada di digital dunia. Kita sangat terbuka lebar terhadap investasi di bidang digital, tetapi yang benar-benar friendly (bersahabat). Artinya, harus memberikan nilai tambah kepada Indonesia, bukan hanya melihat Indonesia sebagai pasar saja," kata Rudiantara seusai menghadiri acara US-Indonesia Investment Summit di Mandari Oriental Hotel Jakarta, Kamis (27/9/2018).
Ditambahkan Menkominfo, syarat mutlak yang harus dipatuhi oleh AWS adalah harus bisa menyerap tenaga kerja di Indonesia. Sebab, menurutnya, dengan masuknya raksasa teknologi tersebut bisa menjadi cara untuk bertukar pengetahuan dan informasi.
"Awalnya memang tidak mudah, karena kita tidak punya talent, tapi saya minta mereka mengembangkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia," terangnya.
Dijelaskan Menkominfo, hal ini sejalan dengan program Kemenkominfo berkerjasama big cap company seperti Microsoft, Google, Sisco, serta 20 perguruan tinggi di Indonesia untuk menciptakan 20 ribu teknisi di bidang digital.
"Pilot project tahun ini kita butuh 1000 orang untuk dididik di kelas di lima perguruan tinggi. Hingga akhir minggu kemarin yang mendaftar sudah 33 ribu, itu menunjukkan minta yang sangat besar di Indonesia. Untuk usia juga kami batasi maksimal 29 tahun dari berbagai lulususan baik SMK Informatika, D3, hingga S1. Tahun depan usianya akan kami turunkan lagi, kita dorong usia-usia muda," terangnya.
Menurut Menteri Rudiantara, dengan hadirnya Amazon di Tanah Air akan menjadikan Indonesia sebagai hub ekonomi digital di kawasan Asean.
"Itu bagus buat Indonesia, jadi di bidang ekonomi digital, Indonesia akan menjadi pusat perkembangan ekonomi digital di Asean. Kita punya pasar paling besar, pertumbuhan Unicon kita juga paling banyak di Asean, kemudian perkembangan ekonomi digital kita juga luar biasa. Tahun 2020, ekonomi digital Indonesia kurang lebih USD 130 miliar, itu 12 persen dari GDP Indonesia, itu besar sekali dan tidak ada yang bisa kalahkan kita di Asean," papar Rudiantara.
Selain itu, masuknya Amazon juga diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan aplikasi teknologi yang ada di Indonesia. Sebab, AWS dikabarkan akan mengembangkan teknologi cloud computing atau teknologi yang memanfaatkan internet sebagai pusat pengelolaan data dan aplikasi di Indonesia.
"Jika benar maka investasi yang masuk akan berupa pusat data, karena kalau cloud computing yang pasti ada yang namanya physical data center. Sekarang banyak perusahaan Indonesia perusahaan besar bahkan unicorn pun masih menggunkan cloud computing internasional," terangnya.
Menkominfo Rudiantara pun berjanji akan mempermudah proses perizinan bagi masuknya investasi AWS ke Indonesia.
Sebelumnya, Chief Tech Officer Amazon, Werner Vogels, telah menyambangi Istana Presiden pada Jumat (21/9/2018). Tujuannya membicarakan rencana ekspansi Amazon Web Services (AWS) di Indonesia.
AWS merupakan anak usaha Amazon.com yang bergerak dalam bidang komputasi awan (cloud computing). Pertemuan yang berlangsung selama satu jam ini juga dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.
Sri Mulyani mengatakan, dalam pertemuan tersebut Presiden meminta menyelesaikan berbagai langkah-langkah yang bisa memungkinkan AWS merealisasikan investasi.
"Mereka menyampaikan investasi Rp 14 triliun di indonesia dalam waktu 10 tahun ke depan. dimulai secara baik, dari sisi icloud services yang mereka lakukan," ujar Sri Mulyani di Istana Presiden.