INDUSTRY.co.id - Jakarta - Diperkirakan IHSG akan bergerak terbatas menguji level psikologis 6000 namun cenderung melemah pada pekan depan secara teknikal dengan range pergerakan 5780-6000. Sedangkan pergerakan awal pekan sendiri akan berada pada range pergerakan 5930-6000. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya ANTM, BBNI, INDF, LSIP, WSKT, MAIN, PTPP, AALI.
"Secara teknikal IHSG terkonfirmasi break out resistance level namun bergerak terkonsolidasi pada area upper bollinger bands dengan pola northern star. Sehingga berindikasi penguatan yang akan tertahan cenderung bergerak melemah. Indikator Stochastic terkonsolidasi dengan akselerasi pergerakan yang mendekati overbought dan Indikator RSI yang flat pada middle oscilator," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia di Jakarta, Senin (24/9/2018).
Sebelumnya, IHSG (+0.45%) ditutup menguat 26.48 poin kelevel 5957.74 diakhir pekan. Pelemahan USD pada mayoritas mata uang utama dan emerging market menjadi faktor utama terjadinya optimisme investor di Asia. Investor asing tercatat net buy cukup fantastis 1.13 Triliun rupiah yang merupakan terbesar sejak bulan January dengan saham INKP, BMRI, TKIM dan BBCA menjadi top net buy value. Sektor Industry dasar (+1.39%) memimpin penguatan dengan saham INKP dan TKIM menjadi leader.
Bursa Eropa dibuka menguat, Indeks Eurostoxx (+0.70%), FTSE (+1.06%) dan DAX (+0.70%) bergerak optimis pada zona positif. Obligasi inti Eropa beringsut lebih tinggi setelah data menunjukkan ekspansi zona euro turun lebih rendah pada September karena pesanan ekspor manufaktur merosot ke terlemah dalam lima tahun, meskipun euro menempel ke kenaikan untuk menuju tertinggi tiga bulan.
Sentimen selanjutnya pada pekan depan diantaranya keputusan the Fed mengenai suku bunga hingga proyeksi ekonomi kedepan di AS sebagai trigger ekonomi global. Dari dalam negeri pun akan terfokus pada data pertumbuhan pinjaman dan suku bunga AS merespon kenaikan suku bunga the Fed.