INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kementerian Perindustrian mendorong Industri Kecil dan Menengah (IKM) tanah air untuk terus tumbuh, produktif dan berdaya saing.
Dalam hal ini Kemenperin memfasikitasi IKM domestik untuk ikut serta dalam pameran Ambiente 2017. Pemeran ini merupakan salah satu pameran dagang terbesar untuk sektor barang konsumen dan ajang temu bisnis para pelaku usaha di sektor interior decoration, gifts dan premiums serta table dan dining ware. Pameran ini setiap tahun diselenggarakan di Frankfurt Jerman.
Dirjen IKM Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih mengatakan, Melalui keikut sertaan dalam ajang Ambiente 2017, kami berharap produk IKM kerajinan Indonesia yang ikut serta semakin dikenal sekaligus mendorong ekspor ke pasar Eropa.
"Diharapkan pula para IKM kerajinan kita dapat menjaring informasi mengenai tren pasar home décor terbaru di Eropa untuk pengembangan desain produksinya" terang Gati.
Pameran Ambiente 2017 ini merupakan penyelenggaraan ke-68 kali, dan berlangsung mulai tanghal 10-14 Februari 2017 di Frankfrut, Jerman.
Untuk tahun ini, jumlah peserta yang difasilitasi oleh Dirjen IKM Kemenperin sebanyak delapan IKM yang tergabung dalam Paviliun Indonesia, yaitu Wiracana (Kipas), Seloagro (Kerajinan rotan), Batu Inbali (Batu Alam), Cendana Permai (Wood Sign Board), Surya Bali Taksu (Kerajinan Kayu), Bali Bakti Anggara (Kerajinan kayu), Bali Wirama (Kerajinan Logam) dan Industri Classica Variasi (Kerajinan Kayu).
Saat ini sudah banyak produk industri dalam negeri yang telah mampu unggul di pasar ekspor, terutama untuk IKM kerajinan.
Nilai ekspor produk kerajinan Indonesia ke seluruh dunia pada Januari-Oktober 2016 mencapai USD 615,7 juta. Angka ini mengalami peningkatan sekitar lima persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015.
"Untuk itu, kami terus memacu agar mereka meningkatkan inovasi dalam desain dan kemasannya. Jadi perlu melihat tren dan selera pasar dunia saat ini" tambahnya.