UKM Indonesia Harus Mampu Tangkap Peluang Teknologi Inovasi dari Korea

Oleh : Ahmad Fadli | Kamis, 06 September 2018 - 15:53 WIB

Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring mengharapkan UKM Indonesia bisa menangkap peluang kerjasama dan bantuan teknologi inovasi yang ditawarkan Korea melalui lembaga kerjasama antara kedua negara seperti Innobiz maupun ASEM SMEs Eco-Innova
Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring mengharapkan UKM Indonesia bisa menangkap peluang kerjasama dan bantuan teknologi inovasi yang ditawarkan Korea melalui lembaga kerjasama antara kedua negara seperti Innobiz maupun ASEM SMEs Eco-Innova

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring mengharapkan UKM Indonesia bisa menangkap peluang kerjasama dan bantuan teknologi inovasi yang ditawarkan Korea melalui lembaga kerjasama antara kedua negara seperti Innobiz  maupun ASEM  SMEs Eco-Innovation Center.

"Kerjasama Indonesia dan Korea khususnya dalam mengembangkan SME (Small Medium Enterprise) atau UKM, sudah berlangsung lama, sejak UKM Korea masih ditangani SMBA (Small Medium Bussiness Administration) sampai sekarang sudah ditangani Kementerian tersendiri, dan sudah saatnya UKM Indonesia bisa menangkap peluang itu untuk meningkatkan kapasitasnya," ujar Meliadi dalam sambutannya pada 2018  Indonesia-Korea, SMEs Business Innovation Forum, di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Ia berharap forum tersebut mampu menghasilkan kolaborasi yang saling menguntungkan dan pihaknya siap mendukung kerja sama yang lebih erat dalam upaya mendorong pertumbuhan UKM kedua negara secara berkelanjutan.

Sebelum, business forum ini, Korea sudah menggelar  global innovation forum, pertukaran teknologi, dan business matching, antara perusahaan Korea dengan UKM Indonesia.

"Indonesia punya 62,5 juta UKM, juga banyak sumber daya, SDM saja mencapai 250 juta dan sumber daya alam, laut yang begitu luas dari barat ke timur. Sementara Korea punya teknologi tinggi, kita bisa match-kan, ini kombinasi yang baik, win win solution," katanya.

Menurut Meliadi, perusahaan Korea di Indonesia khususnya di jabotabek saja sudah sekitar 2.000 perusahaan.
"Mereka bisa terus menjalankan bisnisnya, sambil mencari partner, alih teknologi khususnya teknologi inovasi, juga bisa menjalankan jiwa sosialnya pada UKM Indonesia," katanya.

Ia berharap melalui rangkaian acara yang sudah digelar, dari forum business sampai technical exchange tersebut dapat semakin memperkuat UKM dari sisi eco-innovation sehingga semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan yang berkelanjutan.

Beralih ke Teknologi Inovasi

Sementara itu Jo Byeong Hwi, Head of Korea Industry & Technology Cooperation Center, Korea Institute of Industrial Technology (KITECH) mengatakan, dalam menjalankan bisnisnya  UKM Indonesia sudah harus meninggalkan teknologi tradisional dan beralih ke teknologi inovasi.
" Hal ini untuk memastikan  pencapaian target-target, apalagi Indonesia diproyeksikan menjadi negara terbesar ke -4 dari sisi perekonomiannya pada 2045 mendatang," katanya.

Pihaknya percaya, dengan segala potensinya mulai dari SDA, SDM maupun bonus demografi yang dialami Indonesia, proyeksi itu akan tercapai. " Untuk itu perlu upaya-upaya seperti meningkatkan kapasitas pelaku UKM Indonesia yang jumlahnya mayoritas atau 99,9 persen," ujarnya.

Peningkatan kapasitas UKM Indonesia ini, harus dilakukan secara simultan.
"Harus dilakukan bersama-sama, pemerintah dan swasta maupun lembaga-lembaga litbang.Tidak bisa menggantungkan pada satu perusahaan saja," tambahnya.

Sedangkan Chairman Innobiz, ASEM SMEs Eco-Innovation Myung Ki Sung dalam sambutannya mengatakan UKM telah memegang peran yang sangat penting dalam perekonomian global dan menjadi kunci penggerak pertumbuhan dan inovasi.

"Oleh karena itu, kita perlu mendorong UKM baik di Indonesia maupun di Korea agar semakin inklusif dan memiliki masa depan yang lebih berkelanjutan," katanya.

Ia juga berpendapat kontribusi UKM dan koperasi yang semakin tinggi akan meningkatkan kinerja pembangunan di sebuah negara.
Meski ia menyadari UKM juga menghadapi beragam kendala di antaranya keterbatasan sumber daya hingga kerasnya kompetisi pasar.

Oleh karena itu, ia menilai UKM harus mulai melihat dan menggarap peluang bisnis berbasis eco-innovation.

Terkait Indonesia, Myung Ki Sung melihat potensinya yang sangat besar sebagai kantong UKM yang inovatif dan peduli lingkungan. "Indonesia dan Korea memiliki potensi untuk memperkuat kerja sama dalam bidang ini, Indonesia dengan sumber dayanya yang besar dan Korea dengan teknologi tingginya," katanya.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

EKI Dance Company Pentaskan EKI UPDATE 4.1

Jumat, 19 Juli 2019 - 21:00 WIB

EKI Dance Company Pentaskan EKI UPDATE 4.1

EKI Dance Company menggelar EKI Update 4.1 yang menyuguhkan tampilan ala Broadway dengan bumbu drama komedi yang dijamin menghibur penonton.

Inovasi dan kreasi tanpa henti merupakan ciri khas Enesis Group

Jumat, 19 Juli 2019 - 20:47 WIB

Matikan Kuman Dalam Empat Detik, Ternyata ini Rahasia Antis Jasmine Tea

Jakarta-Setelah sukses sebagai pelopor hand sanitizer di Indonesia dengan Antis aroma Timun dan Jeruk Nipis, Enesis Group (PT. Herlina Indah) kembali melakukan terobosan dengan meluncurkan varian…

Test Drive Mobil Elektrifikasi Toyota

Jumat, 19 Juli 2019 - 19:30 WIB

Gelar Test Drive, TAM Ajak Awak Media Rasakan Performa Mobil Elektrifikasi

PT Toyota-Astra Motor (TAM) hari ini, Jumat (19/7), menggelar test drive mobil elektrifikasi yang teknologinya telah dikembangkan Toyota Global di Kawasan QBig BSD City, Tangerang.

Keikutsertaan Suzuki di GIIAS 2019

Jumat, 19 Juli 2019 - 19:05 WIB

Usung Tema The Rise of Urban Adventure, Suzuki Hadirkan Suguhan Menarik di GIIAS 2019

Selama penyelenggaraan GIIAS dari 18-28 Juli 2019, Suzuki akan menyapa konsumen otomotif Indonesia lewat booth yang bertemakan The Rise of Urban Adventure.

 Trafik Penggunaan Meningkat Tajam XL Axiata Terus Perluas Jaringan Data di Kalimantan

Jumat, 19 Juli 2019 - 18:00 WIB

Trafik Penggunaan Meningkat Tajam XL Axiata Terus Perluas Jaringan Data di Kalimantan

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus membangun jaringan data 4G LTE di Kalimantan. Langkah strategis ini perlu dilakukan mengingat permintaan masyarakat Kalimantan atas layanan data dari XL Axiata…