INDUSTRY.co.id - Jakarta - Diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung kembali tertekan dengan rentan pergerakan 5910-5980. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya AKRA, CPIN, BDMN, INCO, INDF.

Advertisement

"Secara teknikal IHSG bergerak bearish dengan konfirmasi break out MA20 pada perdagangan hari ini. Indikator stochastic pun bergerak bearish setelah dead-cross pada area jenuh beli," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (4/8/2018).

Kemarin, IHSG (-0.84%) ditutup melemah 50.88 poin kelevel 5967.58 dengan aksi jual investor asing mencapai 306.04 Miliar rupiah. Saham-saham sektor industry dasar (-1.91%) memimpin pelemahan. Negara-negara berkembang tetap menjadi medan pertempuran utama bagi investor asing setelah Argentina dan Turki membuktikan episentris terbaru pada krisis yang melemahkan sentimen setelah naiknya greenback pasca kebijakan perdagangan yang akan lebih ketat. Data sentimen ekonomi dari tingkat inflasi dalam negeri tidak mampu membendung aksi jual investor meskipun rilis cukup baik terkendali dilevel 3.20% YoY dan deflasi 0.05% QoQ.

Advertisement

 Bursa saham Eropa dibuka terkonsolidasi positif dengan indeks Eurostoxx (-0.07%), FTSE (+0.90%) dan DAX (-0.19%) di ambang positif dan negatif. Indeks kinerja sektor manufaktur di Eropa cenderung stabil membuat investor bertahan pada aksi beli yang mengimbangi aksi jual akibat turunnya mayoritas indeks saham di Asia. Sentimen selanjutnya investor akan menanti data indeks harga produksi di Eropa, Indeks kinerja sektor manufaktur di AS. Hingga Gubernur Bank of England Mark Carney pada hari Selasa pada laporan inflasi bulan Agustus dan keputusan kebijakan.

 Diawal pekan mayoritas indeks saham Asia ditutup pesimis cukup dalam dibawah 0,5%. Indeks Nikkei (-0.63%), TOPIX (-0.83%), HangSeng (-1.05%), CSI (-1.03%) dan KOSPI (-0.59%) ditutup melemah. Investor terus menilai prospek yang cukup kompleks untuk perdagangan internasional.

Advertisement

Jakarta - Diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung kembali tertekan dengan rentan pergerakan 5910-5980. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya AKRA, CPIN, BDMN, INCO, INDF.

"Secara teknikal IHSG bergerak bearish dengan konfirmasi break out MA20 pada perdagangan hari ini. Indikator stochastic pun bergerak bearish setelah dead-cross pada area jenuh beli," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (4/8/2018).

Advertisement

Kemarin, IHSG (-0.84%) ditutup melemah 50.88 poin kelevel 5967.58 dengan aksi jual investor asing mencapai 306.04 Miliar rupiah. Saham-saham sektor industry dasar (-1.91%) memimpin pelemahan. Negara-negara berkembang tetap menjadi medan pertempuran utama bagi investor asing setelah Argentina dan Turki membuktikan episentris terbaru pada krisis yang melemahkan sentimen setelah naiknya greenback pasca kebijakan perdagangan yang akan lebih ketat. Data sentimen ekonomi dari tingkat inflasi dalam negeri tidak mampu membendung aksi jual investor meskipun rilis cukup baik terkendali dilevel 3.20% YoY dan deflasi 0.05% QoQ.

 Bursa saham Eropa dibuka terkonsolidasi positif dengan indeks Eurostoxx (-0.07%), FTSE (+0.90%) dan DAX (-0.19%) di ambang positif dan negatif. Indeks kinerja sektor manufaktur di Eropa cenderung stabil membuat investor bertahan pada aksi beli yang mengimbangi aksi jual akibat turunnya mayoritas indeks saham di Asia. Sentimen selanjutnya investor akan menanti data indeks harga produksi di Eropa, Indeks kinerja sektor manufaktur di AS. Hingga Gubernur Bank of England Mark Carney pada hari Selasa pada laporan inflasi bulan Agustus dan keputusan kebijakan.

 Diawal pekan mayoritas indeks saham Asia ditutup pesimis cukup dalam dibawah 0,5%. Indeks Nikkei (-0.63%), TOPIX (-0.83%), HangSeng (-1.05%), CSI (-1.03%) dan KOSPI (-0.59%) ditutup melemah. Investor terus menilai prospek yang cukup kompleks untuk perdagangan internasional.