INDUSTRY.co.id - Jakarta, Tak ada yang menyangka bahwa opening ceremony Asian Games 18 Agustus lalu begitu luar biasa dan mendapatkan apresiasi tak hanya dari seluruh rakyat Indonesia tapi juga masyarakat dunia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku tidak menyangka bahwa hasilnya akan sehebat ini. Kenapa? Karena pada saat gladi resik ada dua mata acara yang paling fenomenal yang sengaja dirahasiakan yaitu, adegan pembuka dan adegan penutup. Pertama, adegan pembuka adalah aksi Pak Jokowi naik moge di intro acara. Kedua, adegan penutup adalah detik-detik penyalaan kaldron Asian Games.
 
"Alhasil, pada saat hari-H opening ceremony saya surprise dan betul-betul merasakan moment of truth dari acara tersebut," kata Menpar Arief Yahya melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (3/9/2018).
 
Ditambahkan Menpar, sekitar tiga jam perhelatan acara, tak sedikitpun terasa kebosanan karena dari menit ke menit berikutnya kita disuguhi kejutan demi kejutan. Mulai dari tarian Ratoh Jaroe Aceh yang kompak dan kolosal dengan 1600 penari; tarian Kecak Bali yang ritmis dan eksotis, hingga 19 tarian Nusantara yang menggambarkan keberagaman tradisi budaya Indonesia.

Belum lagi stadion GBK yang disulap menjadi panggung raksasa berbentuk gunung selebar 130 meter dan tinggi 27 meter dengan rainforest yang berisi beraneka flora khas Indonesia, serta air terjun setinggi 17 meter yang menampung 60 ton kubik air.
 
"Mengenai stadion GBK yang disulap menjadi lanskap pegunungan yang begitu grand ini terus-terang saya betul-betul nggak terpikir, membayangkan saja nggak pernah," ungkapnya. 
 
Tak pelak lagi, opening ceremony ini betul-betul sempurna memanggungkan kekayaan budaya Indonesia ke masyarakat dunia: “Bring Indonesia culture to the world.”
 
Indonesia patut berbangga karena sukses opening ceremony ini mendapatkan apresiasi luar biasa dari seluruh dunia. Surat kabar paling berpengaruh di dunia The New York Times misalnya, memuji acara pembukaan Asian Games dengan memberi judul tulisannya: “Indonesia Welcomes Asia with Explosive Opening Ceremony”. 

Sementara The Straits Times menulis: “Asian Games: Indonesia Welcomes for Continent 18th Asiad with Spectacular Opening Ceremony.”

Kesuksesan opening ceremony Asian Games meyakinkan saya bahwa Asian Games harus kita jadikan momentum untuk meluncurkan nation branding Indonesia.
 
Kenapa momentum? Karena selama dua minggu pelaksanaan Asian Games kita disorot oleh masyarakat dunia. INASGOC sudah mengonfirmasi bahwa Asian Games diliput oleh 11 ribu media dalam dan luar negeri. Itu artinya, perhatian dunia tertuju ke Indonesia.
 
Seperti telah kita tunjukkan saat opening ceremony, melalui Asian Games kita bisa menunjukkan kepada dunia mengenai kekayaan budaya Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Asian Games bisa menjadi platform untuk menunjukkan identitas bangsa.
 
Belajar dari bangsa lain, banyak negara-negara yang menggunakan event olahraga seperti Olimpiade, Piala Dunia, atau Asian Games untuk mendongkrak nation brand mereka. Ambil contoh Cina yang memanfaatkan Olimpiade 2008 Beijing untuk mendongkrak citra dan reputasi Cina sebagai pemimpin ekonomi dunia menggantikan Amerika Serikat.
 
Australia memanfaatkan momentum Olimpiade 2000 Sidney untuk melakukan repositioning dengan membentuk citra baru sebagai destinasi wisata bergengsi di dunia. Bahkan kemudian Pemerintah Australia menindaklanjutinya dengan melakukan kampanye pariwisata besar-besaran lewat peluncuran branding baru “Brand Australia: Life in a Different Light” pada tahun 2004.
 
Begitu juga Afrika Selatan yang sangat smart memanfaatkan event Piala Dunia 2012 untuk menunjukkan kepada dunia posisi negara ini sebagai negara termaju di benua Afrika (Africa’s most developed economy).

Afrika Selatan juga menggunakan event Piala Dunia untuk menghapus bersih citra buruk Afrika Selatan sebagai negara  yang melegalkan praktek apartheid.

Berbicara mengenai komunikasi nation brand, maka momentum seringkali menjadi faktor kunci kesuksesan. Dan berbicara mengenai momentum, maka dalam dua minggu ini kita punya momentum emas setengah abad sekali yang nggak boleh kita lewatkan, yaitu Asian Games.

Di saat inilah, ketika ada perhelatan Asian Games yang diliput oleh 11 ribu media, saat yang tepat untuk membangun Nation Brand.
 
Mari kita jadikan momentum Asian Games untuk membangun Nation Brand Indonesia.