INDUSTRY.co.id, Palembang - Berbagai cara yang dilakukan agar pengunjung wisatawan tiap daerahnya meningkat. Saat ini, Malaysia tiap pekannya membidik 1.000 wisatawan asal Palembang untuk mengunjungi Kuala Lumpur. Dengan ini, terjalinlah kerja sama pariwisata dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita).

"Kepercayaan diri ini lantaran adanya penerbangan langsung dari Palembang-Kuala Lumpur dan terjadi peningkatan hingga 11,6 persen untuk jumlah wisatawan asal Indonesia ke Malaysia," ujar Azhari Haron, Direktur Pariwisata Malaysia untuk wilayah Sumatera, Palembang, Kamis (9/2/2017).

Ia juga mengatakan, khusus kota Palembang sendiri, Malaysia sangat diuntungkan karena sudah ada penerbangan langsung dari Kuala Lumpur satu kali dalam satu hari. Sejauh ini, kursi pesawat selalu penuh. Jadi, angka 1.000 wisatawan setiap pekan, terbilang masuk akal.

Tahun 2016 lalu, dari data pada bulan Januari-Oktober diketahui dari 22 juta wisatawan mancanegara ada sebanyak 2,4 juta yang berasal dari Indonesia, dan angka ini meningkat 11,6 persen dibandingkan pada tahu 2015. Dengan jumlah yang meningkat, sektor pariwisata di Malaysia berhasil meraup 37,4 miliar ringgit dan dengan wisata belanja sebesar 11,7 miliar atau 3,4 persen dari total seluruh pendapatan.

Sumber pendapatan tertinggi dari pariwisata Malaysia justru dari sektor kesehatan karena banyak warga asal Sumsel yang mendatangi Kuala Lumpur dan Penang untuk kepentingan berobat.

Dengan adanya "Mega Sale" yang diselenggarakan tiap empat kali dalam setahu, tak dipungkiri bahwa banyak kunjungan wisatawan Indonesia ke Malaysia.

"Ke depan, kerja sama dalam hal parwisata ini akan ditingkatkan lagi karena negara-negara ASEAN telah bersepakat untuk membangun Visit ASEAN 2017," sambungnya.

Kepala Dinas Pariwisata Sumsel Irene Camalyn, mengatakan bahwa sementara ini kerja sama dengan Malaysia terbilang saling menguntungkan karena sejauh ini wisatawan asal Malaysia menjadi yang terbanyak di Sumsel pada tahun 2016.

"Saat ini tidak bisa lagi menjual sendiri-sendiri, seperti halnya wisatawan Indonesia jika ingin ke Eropa, ingin juga ke Paris, Belanda, dan lainnya. Demikian pula sebaliknya, ketika wisatawan dari Eropa datang diharapkan bukan hanya ke Malaysia, melainkan juga Indonesia, Singapura, Thailand, dan lainnya," kata Irene.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Sumsel, jumlah wisatawan yang mengunjungi Sumsel mencapai 58.000 pada tahun 2016 atau naik 1.000 orang dibandingkan 2015. (Ant)