INDUSTRY.co.id - Jakarta - Diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung menguat tertahan pada rentan pergerakan 5975-6065. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya ANTM, BMRI, JSMR, TLKM, PTPP, BBTN, TRAM
"Secara teknikal IHSG kembali menguat diatas MA20 setelah sempat tertahan dilevel tersebut pada akhir pekan kemarin," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (28/8/2018).
Ia katakan, IHSG berhasil kembali bergerak diatas level psikologis 6000 dengan potensi kembali menguji MA200 sebagai resistance kuat sejak bulan Mei lalu dengan menutup gap di kisaran level 6065 terlebih dahulu. Indikator Stochastic dan RSI terlihat masih bergerak pada trend positif.
Kemarin, IHSG (+0.96%) menguat opitmis 57.22 poin dilevel 6025.97 berhasil kembali diatas level psikologis 6000. Optimisme perdagangan ekuitas di Asia menjadi faktor utama aksi beli investor Asing yang tercatat net buy 668.94 Miliar rupiah dengan saham BBCA, BBRI dan TLKM menjadi top net buy value. Rupiah menguat 0.20% seiring prospek Bank Indonesia yang akan terus agresif intervensi dan turunnya USD setelah Jerom Powell memberikan signal bertahap tidak mempercepat kenaikan suku bunga meskipun melihat ekspansi ekonomi AS yang cukup cepat.
Diawal pekan mayoritas ekuitas Asia menguat. Penguatan indeks dipimpin oleh indeks Hangseng (+2.17%), CSI (+2.44%), TOPIX (+1.16%) dan Nikkei (+0.88%) yang menutup perdagangan awal pekan dengan optimis seiring langkah-langkah menopang perdagangan Yuan oleh PBOC guna menyeimbangkan eksport ditengah ketidakpastian masa depan perang dagang AS-China.
Indeks Eurostoxx (+0.35%), CAC (+0.47%) dan DAX (+0.54%) dibuka menguat mengiringi penguatan mayoritas ekutias di Asia meskipun bursa saham di Inggris mengalami libur pada awal pekan ini. Euro mulai terlihat stabil memangkas penurunan setelah lonjakan tingkat kepercayaan bisnis di Jerman. Beberapa data indeks tingkat kepercayaan konsumen akan rilis diberbagai belahan dunia menjadi fokus investor ditengah sepinya sentimen data ekonomi diakhir bulan.