INDUSTRY.co.id - Jakarta, Memasuki usia yang ke 5 windu atau ke-40 tahun ini, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknogi (BPPT) berusaha untuk semakin meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan nasional, khususnya dalam peningkatan daya saing dan kemandirian.
Dikatakan Kepala BPPT Unggul Priyanto, kontribusi tersebut terus diperkuat dengan peran BPPT, yakni Kerekayasaan, audit teknologi, kliring teknologi, intermediasi teknologi, alih teknologi, difusi dan komersialisasi teknologi.
Dalam upaya meningkatkan peranan dan kontribusi dalam pembangunan tersebut dan mengacu pada Tugas Pokok BPPT, maka telah dilakukan penyempurnaan terhadap visi dan misi.
“Visi BPPT adalah Menjadi lembaga unggulan Teknologi dalam pengkajian dan penerapan teknologi untuk meningkatkan daya saing menuju kemandirian bangsa,” ungkapnya.
Sementara untuk Misi, diurai Kepala BPPT yakni; pertama, Merumuskan dan merekomendasikan kebijakan nasional di bidang teknologi untuk peningkatan daya saing menuju kemandirian bangsa; kedua, Melaksanakan pengkajian dan penerapan teknologi untuk menghasilkan inovasi teknologi, audit teknologi, kliring teknologi, alih teknologi, dan layanan teknologi; ketiga, Melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi.
Bukti nyata dari visi dan misi tersebut, telah banyak inovasi dan layanan teknologi yang dihasilkan BPPT dan telah dimanfaatkan, baik oleh instansi pemerintah pusat dan daerah, industri maupun masyarakat luas.
Selain meluncurkan beragam Inovasi, BPPT terus bergiat memberikan Layanan Teknologi yang dilaksanakan melalui PNBP dari Satker Balai dan BLU Pusat Pelayanan Teknologi BPPT.
Layanan teknologi yang memberi dampak nyata secara nasional yakni, pertama Layanan Teknologi Modifikasi Cuaca oleh B2TMC BPPT, dimana saat ini lebih banyak pada penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla), pengisian air waduk, dan turut berperan dalam pengamanan Asian Games di Jakarta dan Palembang.
Selanjutnya, kedua, Layanan teknologi dari Balai Teksurla dimana Kapal Riset Baruna Jaya turut berperan dalam pencarian jatuhnya pesawat Air Asia, dan baru-baru ini bersama Tim Basarnas dan KNKT menemukan kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba pada kedalam 450m dengan menggunakan teknologi ROV.
Selain itu, Baruna Jaya memberikan pelayanan kepada PT Telkom dalam survey pemasangan kabel bawah laut. Sementara itupun, pagu Pendapatan dari PNBP dan BLU mengalami peningkatan tiap tahunnya sehingga mulai tahun 2017 Pagu Anggaran BPPT menembus angka di atas Rp 1 Triliun.
Pengejawantahan Misi ketiga yaitu melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi, ditempuh BPPT dengan keberhasilan mencapai opini WTP selama 3 tahun berturut turut dari 2015, 2016 dan 2017.
Nilai Capaian Reformasi Birokrasi BPPT terus meningkat dari nilai 53,04 pada tahun 2014 menjadi 75,74 pada tahun 2017. Akuntabilitas Kinerja BPPT juga terus meningkat, dari nilai 65,14 dengan kategori B pada tahun 2013, naik menjadi 71,78 yang diganjar kategori BB pada tahun 2017.
Tidak lantas berpuas diri, Kepala BPPT mengatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, etos kerja dan revolusi mental untuk kejayaan BPPT, di usia ke 40 tahun ini.
“BPPT akan terus berupaya untuk mendorong penguasaan teknologi, untuk diterapkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder,red), agar kita bisa berlari mengejar bangsa lain. Dirgahayu ke Empat Puluh Tahun BPPT, Terus Berinovasi,” pungkasnya.