Menko Perekonomian Apresiasi Kesepakatan Pembangkit Tanjung Power

Oleh : Herry Barus | Rabu, 08 Februari 2017 - 06:16 WIB

Pembangkit Listrik di Indonesia
Pembangkit Listrik di Indonesia

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengapresiasi atas capaian kesepakatan pembiayaan atau financial close atas proyek pembangkit listrik bertenaga batu bara 2 x 100 MW dari PT Tanjung Power Indonesia di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

"Pembangkit listrik batu bara ini sesungguhnya merupakan salah satu dari fast track program, dengan tercapainya financial close berarti akan membantu target pemerintah sebesar 35 ribu MW, saya ucapkan selamat," kata Darmin Nasution di Jakarta, Selasa malam.(7/2/2017)

Dengan adanya capaian tersebut pemenuhan listrik di Kalimantan khususnya Kalimantan Selatan bisa terpenuhi, baik kebutuhan industri dan rumah tangga.

Seperti dilansir Antara, Tanjung Power Indonesia (TPI) merupakan perusahaan yang dibentuk oleh konsorsium PT Adaro Power (AP) dan PT East-West Power Indonesia (EWPI). Dalam cara tersebut hadir pula Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir.

"Financing Close TPI merupakan pencapaian penting setelah sebelumnya kami mencapai kesepakatan untuk PT Bhimasena Power Indonesia," kata Presiden Direktur PT Adaro Energy Garibaldi Thohir.

Kesepakatan ini merupakan komitmen untuk menjaga kontributor utama di dalam mensukseskan program 35 ribu MW. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya saat ini fokus untuk menjalankan proyek ini sesuai dengan yang direncanakan untuk meningkatkan akses terhadap listrik serta mendukung pertumbuhan Indonesia.

Total investasi proyek ini sekitar 545 juta dolar AS dan TPI telah menyelesaikan komitmen pembiayaan sekitar 422 juta dolar AS termasuk fasilitas kontijensi sebesar 13 juta dolar AS dari enam bank komersial yaitu Korea Development Bank, the Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, DBS Bank, Mizuho Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corporation dan The Hong Kong Shanghai Banking Corporation Limited .

Pembiayaan pada proyek ini dilakukan melalui skema project finance di mana ada jaminan komperhensif kurang lebih sebesar 400 juta dolar AS.

Proyek ini akan menjual listrik ke PLN di bawah perjanjian pembelian tenaga listrik (PPTL) yang berlaku untuk jangka waktu 25 tahun setelah Commercial Operation Date (COD). PPTL antara TPI dan PLN telah ditandatangani pada tanggal 15 Oktober 2014. Pasokan batu bara akan disediakan oleh PT Adaro Indonesia.

TPI telah memulai tahapan konstruksi sejak Juni 2016, enam bulan sebelum tercapainya financing close dengan menggunakan dana dari para sponsor yang memperlihatkan bukti nyata komitmen Adaro dalam mendukung program 35 ribu MW.

Guna menjamin aktivitas bisnis utama, Adaro Energi memberikan jaminan sesuai porsi kepemilikan tidak langsung di TPI dengan total kewajiban kontijensi sekitar 88 juta dolar AS.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan memberikan jaminan dalam bentuk Surat Jaminan Kelayakan Usaha (SJKU) di mana pemerintah menjamin kemampuan PLN untuk melakukan pembayaran kepada TPI sesuai ketentuan yang diatur di dalam PPTL.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Utama Bank BRI Sunarso kanan

Minggu, 05 April 2020 - 13:31 WIB

BRI Punya Banyak Program Bantu UMKM Terdampak COVID-19

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memberikan dukungan terhadap para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah kondisi yang menantang akibat penyebaran Virus COVID-19.…

Raisa

Minggu, 05 April 2020 - 13:15 WIB

VLIVE Mendorong Para Artis dan Penggemar Tetap di Rumah

Platform komunitas hiburan global dari Naver Corp, VLIVE, mengajak sejumlah artis dan influencers Indonesia yang tergabung dalam channel VLIVE dalam untuk ikut serta dalam kampanye V PAKET #dirumahaja…

Tips untuk Bekerja atau Belajar dari Rumah

Minggu, 05 April 2020 - 13:15 WIB

Tips untuk Bekerja atau Belajar dari Rumah

Kerja dan Belajar dari Rumah (work from home, school from home) menjadi tren global beberapa waktu terakhir ini.

PT Indika Energy Tbk (INDY) (Foto Tambang)

Minggu, 05 April 2020 - 13:00 WIB

PT Indika Energy Tbk Raub Laba sebesar US$ 75,5 Juta di Tahun 2019

Perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk. (Perseroan) merilis Laporan Keuangan konsolidasi yang diaudit untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019. Perseroan berhasil membukukan…

Obat Kloroquin (foto - Antara)

Minggu, 05 April 2020 - 12:41 WIB

dr. Siti Nadia Tirmizi: Bukan Obati Malaria, Klorokuin adalah Obat Covid-19

Klorokuin saat ini dijadikan sebagai obat Covid-19. Beredar di masyarakat bahwa klorokuin merupakan obat malaria yang masih digunakan. Padahal, Klorokuin tersebut sudah tidak lagi digunakan…