INDUSTRY.co.id - Jakarta, Institute For Development of Economics and Finance (Indef) menilai pertumbuhan industri nasional pada triwulan II-2018 mengalami perlambatan jika dibandingkan triwulan I-2018.

Advertisement

Namun, pertumbuhan industri nasional mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan II tahun sebelumnya. 

Hal tersebut disampaikan oleh Peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus saat dihubungi Industry.co.id di Jakarta, Sabtu (11/8/2018).

Advertisement

Menurut Heri, industri nonmigas tumbuh ditengah berbagai tantangan dan gejolak domestik maupun global, sehingga pertumbuhannya kurang optimal dan masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. 

"Peranan industri terhadap PBD pun semakin kecil," kata Heri. 

Advertisement

Ditambahkan Heri, faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan industri banyak bersumber dari sektor lain, seperti perdagangan, pertanian, lingkungan, energi, keuangan, tenaga kerja dan infrastruktur atau logistik.

"Oleh sebab itu semua faktor-faktor tersebut harus kondusif dan mendukung industri. Industri penting untuk didukung karena peranannya yang sangat besar bagi perekonomian nasional," terang Heri. 

Advertisement

Untuk mengatasi perlambatan pertumbuhan industri nasional, Indef menghimbau kepada setiap instansi yang terkait dengan investasi baik di pusat maupun daerah harus bersinergi dalam mengundang investor yang export oriented. 

"Permurah biaya logistik, dukungan finansial seperti modal murah untuk industri. Kepastian bahan baku, energi, produktivias Tenaga kerja. Itu penting untuk dilakukan," tutur Heri.