Tahun ini, Eagle High Plantation Siap Operasikan PKS di Jayapura
Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 07 Februari 2017 - 11:10 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT), produsen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) akan terus memusatkan perhatian bisnisnya pada penyelesaian pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) di Papua pada tahun ini. Manajemen BWPT mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp400 miliar untuk tahun ini, atau relatif sama besar seperti pada 2016.
Deddy Setiadi, Corporate Secretary BWPT, mengemukakan, perseroan saat ini sedang mengurangi kegiatan pengembangan lahan cadangan untuk menghemat modal sehingga dapat dialihkan ke proyek peningkatan kapasitas pabrik kelapa sawit di Papua tersebut.
“Sekitar Rp250 miliar dari dana belanja modal tahun ini akan dianggarkan untuk membiayai penyelesaian pembangunan pabrik di Papua sehingga pabrik tersebut dapat beroperasi pada tahun ini,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (07/02/2017).
Deddy menjelaskan, pabrik kelapa sawit di Jayapura, Papua, tersebut letaknya berdekatan dengan lahan perkebunan kelapa sawit perseroan sehingga akan menghemat biaya operasional.
Disamping itu, demikian Deddy, manajemen BWPT juga saat ini sedang melakukan kajian dan studi kelayakan (visibility study) untuk menentukan lahan perkebunan kelapa sawit serta lokasi pembangunan pabrik kelapa sawit di Sorong, Papua. Manajemen BWPT berencana mengakuisisi lahan tersebut serta membangun pabrik kelapa sawit di Sorong dan dibiayai oleh kombinasi antara kas internal dan pinjaman.
Memang aksi korporasi tersebut akan menjadi perhatian serius manajemen BWPT pada tahun ini karena mereka akan memanfaatkan momen pemulihan harga jual CPO di pasaran global. Hal tersebut cukup beralasan, karena produsen CPO di Indonesia pada umumnya telah mengalami penurunan kinerja usaha dalam waktu yang cukup panjang akibat penurunan harga jual.
Pada Januari 2017, harga saham BWPT ditransaksikan pada kisaran Rp314-370 per unit. Volume perdagangan tertinggi terjadi pada 31 Januari 2017 dimana para investor mentransaksikan saham BWPT sebanyak 2,889 juta unit. Sementara itu, investor asing tidak ada yang mentransaksikan saham ini kendati CPO merupakan komoditas yang handal untuk ditransaksikan.
Memasuki Februai 2017, saham BWPT mulai ditransaksikan di kisaran harga yang lebih baik, yakni antara Rp358-364 per unit. Kendati investor asing masih belum masuk ke saham ini, tetapi para investor lokal terus mentransaksikan saham ini dan mencatat volume perdagangan tertinggi sebanyak 1,786 juta unit pada 2 Februari 2017.***
Baca Juga
Telkom Dukung Pembelajaran Coding dan AI di Sekolah Berbagai Daerah
Bidik Komunitas Modern, BTN Luncurkan Digital Store di Bursa Efek…
BATIC 2025 Edisi-10: Igniting Tomorrow’s Digital Evolution - Hubungkan…
Harga Saham Treasuri KIJA Dipatok Rp148 per Saham
Mayapada Healthcare Peletakan Batu Pertama untuk RS Internasional…
Industri Hari Ini

Jumat, 29 Agustus 2025 - 17:31 WIB
Haidar Alwi: Jangan Biarkan Duka Ojol Dipolitisasi, Waspadai Narasi Provokatif
Jakarta-R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, menyampaikan duka mendalam atas insiden yang merenggut nyawa pengemudi ojek online (ojol) dalam aksi demonstrasi di…

Jumat, 29 Agustus 2025 - 16:31 WIB
Perkuat Kemitraan di Indonesia, MBS Asia Fokus pada Pengembangan Pemimpin, Transformasi Digital, dan Visi 2045
Melbourne Business School Asia (MBS Asia), bagian regional dari Melbourne Business School, merayakan ulang tahun yang ke-10 sebagai wujud komitmen dalam mengembangkan pemimpin di kawasan Asia-Pasifik.…

Jumat, 29 Agustus 2025 - 16:10 WIB
BRI Life Dianugerahi Penghargaan Indonesia Best Life Insurance 2025
PT Asuransi BRI Life kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan di Indonesia melalui transformasi digital. Atas konsistensi dan inovasi yang dijalankan, BRI Life berhasil…

Jumat, 29 Agustus 2025 - 15:43 WIB
Qiscus Perkenalkan AgentLabs dan Inovasi Lainnya Dalam Ajang Tahunan Conversa 5.0
Qiscus, penyedia platform agentic customer engagement terdepan di Asia Tenggara, resmi memperkenalkan AgentLabs dan inovasi lainnya dalam ajang tahunan Conversa 5.0.

Jumat, 29 Agustus 2025 - 14:42 WIB
Solusi Perlindungan dan Keuangan untuk Nasabah Affluent, FWD Insurance Luncurkan FWD Essential Future
Ditengah ketidakpastian ekonomi dunia, perekonomian Indonesia masih berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,87% year-o-year (yoy) pada kuartal I-2025.
Komentar Berita