INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), atau Bank BTN, siap untuk mengambil alih kredit kepemilikan rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Lukiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang sebelumnya digarap oleh bank lain.

Advertisement

“Jika Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menunjuknya, maka Bank BTN siap melaksanakannya,” tutur Budi Satria, Direktur Consumer Banking Bank BTN di Jakarta, Minggu (05/08/2018).

Budi mengemukakan, Bank BTN pada tahun ini kembali memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan untuk menjadi salah satu bank pelaksana penyalur dana FLPP. Tahun lalu, Bank BTN hanya menyalurkan KPR Subsidi berskema Subsidi Selisih Bunga (SSB), setelah pemerintah memangkas anggaran penyaluran KPR skema FLPP hingga lebih dari separuh.

Advertisement

Dengan masuknya BTN, demikian Budi, jumlah bank pelaksana yang bekerja sama dengan PPDPP akan bertambah. Selain Bank BTN, Bank Hana dalam waktu dekat juga akan melakukan perjanjian kerja sama operasional (PKO) mengenai hal yang sama, sehingga jumlah bank pelaksana seluruhnya menjadi 42 bank.

Sebagai pemimpin di pasar KPR, bank BTN menguasai pangsa pasar KPR nasional sebesar 37,47% dan menjadi penyalur terbesar diantara perbankan lain untuk KPR Subsidi sebesar 94,12%.

Advertisement

Sementara untuk Program Satu Juta Rumah, Bank BTN sudah menyalurkan KPR untuk 423.303 unit rumah bernilai total Rp38,4 triliun, baik dalam bentuk KPR subsidi maupun non subsidi. Dari keseluruhan penyaluran KPR tersebut, 307.360 unit diantaranya berbentuk kredit konstruksi perumahan.

Adapun khusus untuk KPR subsidi Bank BTN sudah mendistribusikan pinjaman untuk 297.044 unit rumah senilai Rp17,15 triliun. Untuk paruh pertama tahun ini, Bank BTN mengucurkan KPR subsidi berskema Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan bantuan uang muka.

Advertisement

Pada Semester II tahun ini, Bank BTN akan menyalurkan kredit dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

“FLPP tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kredit perseroan sehingga masyarakat dapat memiliki rumah yang layak dengan cara  mudah, cepat dan murah sekaligus dapat mempercepat pencapaian program satu juta rumah,” imbuh Budi.

Sementara itu, Pusat PPDPP Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengevaluasi penyaluran dana FLPP yang dianggap masih berjalan kurang cepat. Satu sisi, Bank BTN menyatakan siap menyalurkan dan mengambil alih penyaluran FLPP tersebut.

Budi Hartono, Direktur Utama Pusat PPDPP Kementerian PUPR, menjelaskan, menurut evaluasi yang dilakukan Pusat PPDPP, dari 40 bank yang kini bekerjasama menyalurkan dana FLPP, hingga semester I-2018, masih terdapat delapan bank yang belum menyalurkan dana FLPP secara maksimal.

Delapan bank pelaksana tersebut, menurut Budi, terdiri dari tiga bank umum nasional dan lima bank pembangunan daerah yang belum menyalurkan. “Nanti kita akan cek alasannya, apa karena tidak sesuai dengan core business (bisnis inti)-nya, sehingga belum menyalurkan,” ujar Budi.

PPDPP pada tahun ini melakukan kerja sama dengan 40 bank pelaksana, yang terdiri dari sembilan bank umum nasional dan 31 bank pembangunan daerah, untuk menyalurkan dana FLPP. Realisasi penyaluran dana FLPP dari 2010 hingga 31 Juli 2018, mencapai Rp32,36 triliun, dengan 532.283 unit rumah.

Adapun penerima FLPP pada 2018 ini adalah sebanyak 12.455 unit rumah dengan total nilai Rp1,43 triliun. (Abraham Sihombing)