INDUSTRY.co.id - Tangerang, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) atas terselenggaranya Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 dengan tema “Beyond Mobility. 

Advertisement

"Pameran GIIAS 2018 ini masuk ke dalam kalender ajang pameran otomotif dunia, yang mendapatkan dukungan dari OICA (Organisation Internationale des Constructeurs dAutomobiles), setara dengan Detroit Motor Show, Frankfurt Motor Show, Tokyo Motor Show dan pameran internasional lainnya, sehingga GIIAS menjadi ajang bergengsi bagi Agen Pemegang Merek (APM) untuk memperkenalkan produk dan teknologi terkininya," kata Airlangga dalam sambutan pada acara GIIAS 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (2/8/2018).

Gelaran GIIAS 2018 resmi dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo yang juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution bersama Gubernur Banten Wahidin Halim. 

Advertisement

Lebih lanjut, Menperin mengatakan, industri otomotif merupakan salah satu subsektor dalam industri pengolahan nonmigas yang memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB. 

"Hingga TW I 2018, sektor otomotif menjadi salah satu subsektor dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 6,53% dibanding tahun sebelumnya," ungkap Airlangga. 

Advertisement

Selain itu, sektor otomotif juga berkontribusi sebesar 10,27%, terbesar ke-2, terhadap PDB sektor industri pengolahan nonmigas, serta 5 (lima) besar dalam investasi untuk sektor industri, dengan nilai sebesar Rp. 3,35 Triliun. 

"Hal ini sejalan dengan program Pemerintah untuk mendorong perusahaan otomotif  untuk semakin berdaya saing dalam meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional," terangnya. 

Advertisement

Industri otomotif merupakan sektor industri manufaktur, yang dipilih menjadi pionir penerapan Revolusi Industri ke-4 atau Fourth Industrial Revolution (4IR). Implementasi 4IR memberikan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur Indonesia dan menjadi salah satu cara untuk mempercepat pencapaian visi Indonesia untuk menjadi 10 ekonomi terbesar di dunia.

Saat ini, industri otomotif Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Di tahun 2017, penjualan dan produksi kendaraan secara keseluruhan meningkat di angka 1,079 juta unit dan 1,216 juta unit, dibandingkan tahun 2016 di angka 1,062 juta unit dan 1,177 juta unit. 

Angka tersebut diperkuat dengan peningkatan ekspor unit CBU (231 ribu unit) dan komponen (81 juta pieces) di 2017 dibandingkan di 2016 (194 ribu unit CBU dan hanya 6,2 juta pieces komponen). 

"Angka penjualan dan produksi ini tentunya diharapkan dapat semakin meningkat di masa mendatang, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia," imbuh Airlangga. 

Menurutnya, data tersebut menunjukkan potensi industri otomotif dalam negeri untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi. Industri otomotif ditargetkan akan mencapai 1,5 juta unit pada tahun 2020. 

"Untuk mencapai target tersebut dibutuhkan koordinasi oleh seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, serta penciptaan inovasi teknologi," tutur Menperin.