INDUSTRY.co.id, Jakarta - Ajang Asian Games 2018 menjadi momentum yang bagus untuk mendatangkan lebih banyak devisa. Kementerian Pariwisata mengharapkan agar para wisatawan olahraga yang datang ke Indonesia akan berkunjung ke destinasi dan melihat potensi daerah yang ada di Indoensia, khususnya Jakarta dan sekitarnya, serta Palembang.

Kementerian Pariwisata memproyeksikan devisa yang diraup saat hajatan itu sekitar Rp3 triliun atau senilai US$230 juta.

Hitungan tersebut berasal dari 150.000 penonton dengan asumsi rata-rata pengeluaran US$1.200 per orang kali 150.000, senilai US$180 juta.

Adapun, devisa dari official sebanyak 20.000 dikali US$2.500 senilai US$50 juta. Tidak hanya Jakarta dan Palembang yang menikmati, sebanyak 5% dari penonton dan 10% dari jumlah atlet, official, dan media akan melakukan kunjungan ke empat destinasi di Jawa Barat dan Sumatra Selatan.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti mengungkapkan bahwa Kemenpar bekerja sama dengan Dinas Pariwisata daerah memfasilitasi Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) dan industri pariwisata menyiapkan tujuh destinasi, yaitu Jakarta, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Bali.

Dia membenarkan ajang olahraga ini dapat menjadi momentum yang tepat masyarakat ikut untuk mempromosikan destinasi-destinasi pariwisata daerah, seperti seni budaya serta potensi daerah yang lainnya. Karena api obor akan melewati sebanyak 18 provinsi dan 53 kota di Indonesia. Kemudian akan diikuti oleh ribuan partisipan,” kata Guntur, Rabu (25/7/2018).

Selanjutnya, mereka menawarkan 75 paket wisata Asian Games 2018, seperti Jakarta Tour, West Java Tour Packages, South Sumatera Tour Packages, dan Java and Yogyakarta Tour Packages.