INDUSTRY.co.id - Sungailiat - Kamar Dagang dan Industri Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong sepenuhnya pemerintah daerah yang dipercaya mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata untuk segera mewujudkannya.
"Dengan dipercayakannya pengembangan KEK Pariwisata oleh pemerintah pusat ke Pemerintah Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung, merupakan peluang strategis khususnya bagi kedua pemerintah kabupaten itu dan umumnya bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," kata Ketua Kadin Bangka Belitung, Thomas Jusman di Sungailiat, Kamis (3/1/2017)
Ia mengatakan, rencana strategis untuk mengembangan KEK oleh kedua pemerintah kabupaten itu hendaknya segera diupayakan untuk direalisasikan agar segera terwujud termasuk meningkatkan koordinasi kesemua elemen yang berkepentingan.
"Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan dua pulau besar, yang menghubungkan dua pulau Bangka dan pulau Belitung, dimana kedua pulau ini memiliki potensi wisata yang cukup baik dikembangkan secara berkelanjutan," katanya seperti diansir Antara.
Dia mengatakan, kedua wilayah kabupaten itu memiliki daya tarik pariwisata baik wisata bahari, wisata kuliner, wisata religi, wisata budaya dan wisata sejarah.
"Jika program KEK dapat terwujud saya yakin akan mampu mendongkrat peningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung di kedua kabupaten itu," ujarnya.
Selain mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan KEK, pihaknya mengimbau seluruh lapisan masyarakat di daerah ini untuk turun serta mendukung rencana program pengembangan KEK pariwisata guna kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
"Dukungan penuh masyarakat atas rencana progam pemerintah khususnya pengembangan KEK sangatlah dibutuhkan mengingat masyarakat berada pada posisi penting," ujarnya.
Sementara itu dari Kendal diberitakan, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk siap meningkatkan penjualan lahan kawasan industri dan fokus mengembangkan Kawasan Industri Kendal, yang penjualannya cukup memuaskan.
Perusahaan dengan kode emiten KIJA tersebut telah menjual Kawasan Industri Kendal pada tahun ini diatas target yang diperkirakan pada awal tahun, sehingga pengelola Jababeka meyakini prospek bisnis pada 2017 akan semakin baik.
Mengenai rencana penambahan cadangan lahan (landbank), manajemen Jababeka bersiap memperluas tabungan lahan di wilayah Kendal. Saat ini KIJA fokus membebaskan tanah di fase pertama, yakni seluas 860 hektare (ha).
Sedangkan untuk tanah yang sudah dibebaskan,saat ini berada di angka 700-an hektare. Selain di Kendal, KIJA melirik beberapa daerah untuk menambah landbank mereka, seperti Cikarang.
Sepanjang tahun ini, perseroan telah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp600 miliar dan rencana bisnis pada tahun depan, perseroan akan mengarahkan klien mereka ke kawasan Cikarang apabila profil klien merupakan industri yang lengkap dan memiliki kebutuhan atas akses ke ibukota.