Freeport Kembali Raih Izin Ekspor Konsentrat untuk Enam Bulan

Oleh : Ahmad Fadli | Rabu, 01 Februari 2017 - 17:30 WIB

PT Freeport Indonesia. (Ist)
PT Freeport Indonesia. (Ist)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia memberikan izin ekspor konsentrat PT Freeport Indonesia. Izin ekspor konsentrat tembaganya hanya untuk enam bulan, sekaligus menyelesaikan persyaratan yang dibutuhkan untuk memperoleh Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dari perubahan status sebelumnya kontrak karya.

"Kan cuma sementara kan ya, enam bulan. Karena membuat yang asli kan butuh proses waktu ya," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor Kemaritiman, Jakarta, Rabu (1/2/2017).

Luhut menjelaskan, perubahan status menjadi IUPK membutuhkan waktu. Bila izin ekspor diterbitkan usai perubahan IUPK 100% dilakukan, kegiatan operasi di Tambang Grasberg bisa terganggu karena hasil produksinya tak bisa diekspor dalam waktu lama.

Jika produksi berhenti, para pekerja tambang Freeport dan daerah penghasil tambang akan terkena dampaknya. Perekonomian di sana bisa terganggu. Oleh karena itu, kata Luhut, diterbitkan IUPK sementara. Toh, penerbitan IUPK sementara tidak melanggar hukum.

"Enggak (melanggar). Kita cari solusinya. Memang ini barang dari awal sudah enggak jelas kan, artinya sudah ada masalah. Kita cari tenggat waktu melihat ini," tambahnya.

Pemberian IUPK sementara kepada perusahaan tambang seperti Freeport menjadi solusi sementara yang berlaku selama 6 bulan.

"Mereka sudah kaji. Saya sudah tanya Pak Jonan, kata Pak Jonan sih memang solusi sementara yang terbaik. Kalau enggak, kita keluarin izinnya (IUPK) prosesnya juga lama," ungkapnya.

Meski demikian, Luhut memastikan, seluruh perusahaan tambang yang ingin mengubah statusnya dari KK menjadi IUPK harus benar-benar memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah. "Mereka harus comply dengan ketentuan apa yang kita minta, misalnya kewajiban divestasi," tutupnya

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier

Jumat, 20 Mei 2022 - 08:37 WIB

Toyota xEV Center Diresmikan, Kemenperin Optimis Industri Otomotif Tanah Air Akan Jadi Pemain Penting Gobal Supply Chain

Pemerintah terus berupaya mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu sampai hilir. Langkah strategis ini bertujuan agar Indonesia menjadi negara yang mampu…

Rapat Kerja Banggar DPR dan Kemenkeu, Kamis (19/05/2022). (Foto: Humas Kemenkeu)

Jumat, 20 Mei 2022 - 08:21 WIB

Banggar DPR Setujui Penyesuaian Subsidi dan Kompensasi Sektor Energi

Jakarta-Dalam merespons kenaikan harga komoditas, pemerintah konsisten menjaga pemulihan ekonomi dan melindungi daya beli masyarakat dengan menjaga APBN tetap sehat dan berkelanjutan atau sustainable.…

MAKUKU Air Diapers Comfort

Jumat, 20 Mei 2022 - 08:00 WIB

MAKUKU Air Diapers Comfort: Popok Super Nyaman, Kering Hingga 8 Jam

MAKUKU, pelopor popok anti gumpal, meluncurkan varian terbaru MAKUKU Air Diapers Comfort yaitu popok terjangkau dan berkualitas tinggi dengan inti struktur SAP yang mampu menyerap lebih baik…

Wapres Ma’ruf Amin didampingi Ibu Wury bertolak ke Sultra untuk melakukan kunjungan kerja, Kamis ((19/04/2022) pagi. (Foto: BPMI Setwapres)

Jumat, 20 Mei 2022 - 07:17 WIB

Wapres Akan Groundbreaking Kawasan Industri di Konawe Utara

Jakarta-Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin didampingi Ibu Wury Ma’ruf Amin bertolak ke Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) guna melakukan kunjungan kerja (kunker), Kamis (19/05/2022) pagi.…

Dirjen ILMATE Taufiek Bawazier saat meresmikan Toyota xEV Center

Jumat, 20 Mei 2022 - 07:10 WIB

Kemenperin Harap Toyota xEV Center jadi Katalisator Pengembangan Teknologi Kendaraan Listrik di RI

Kemenperin berharap, Toyota xEV Center sebagai katalisator pengembangan teknologi dan industrialisasi kendaraan elektrifikasi di Indonesia sehingga dapat meningkatkan ketahanan energi serta…