INDUSTRY.co.id - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali menabur kontroversi. Ahok dianggap telah melecehkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin.

Menanggapi pernyataan Ahok, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar turut angkat bicara. Menurutnya, Ahok kerap melontarkan pernyataan kontroversi yang dapat merugikan dirinya sendiri.

"Mulutmu harimaumu," tulis Cak Imin sapaan akrab Muhaimin Iskandar, lewat akun twitternya di @Cakiminpkb, Rabu (1/2).

Kata Cak Imin, pernyataan Ahok yang melecehkan Ma'ruf selaku Rais ‘Aam PBNU sekaligus pimpinan tertinggi dalam jam’iyah NU sebagai bentuk kesombongan dan keangkuhan.

"Jangan sombong, karena sifat sombong itu bukan hak kita, itu hak yang maha kuasa.. #NusantaraMengaji (AMI)," kata Cak Imin.

Sebelumnya, Ahok keberatan dengan sejumlah kesaksian Ma'ruf Amin. Ahok juga merasa keberatan dengan Ma'ruf yang meralat pernah bertemu dengan pasangan calon Agus Yudhoyono-Sylviana Murni pada 7 Oktober.

Menurutnya, Ma'ruf ingin menutupi riwayat hidupnya yang pernah menjadi anggota Wantimpres pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Padahal, pengacaranya memiliki bukti bahwa SBY meminta Ma'ruf bertemu dengan Agus-Sylviana.

"Artinya saudara saksi sudah tidak pantas jadi saksi karena sudah tidak obyektif lagi. Ini sudah mengarah mendukung paslon nomor satu," kata Ahok dalam persidangan di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (31/1).

Ahok kemudian berjanji akan membuktikan bahwa kesaksian Ma'ruf tidak benar. "Percayalah, sebagai penutup, kalau Anda menzalimi saya, yang Anda lawan adalah Tuhan yang Mahakuasa, Maha Esa. Saya akan buktikan satu per satu dipermalukan. Terima kasih," tegas Ahok.