INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Implementasi “Making Indonesia 4.0” memberikan dampak terhadap perubahan pendekatan dan kemampuan baru diperlukan untuk membangun sistem produksi yang inovatif dan berkelanjutan.
"Dalam inisiatif ‘Making Indonesia 4.0” Pemerintah telah memilih 5 sektor utama yang akan dikembangkan yaitu industri otomotif, elektronika, kimia, tekstil serta makanan dan minuman," kata Menteri Airlangga saat memberikan sambutan pada acara peringatan ulangtahun Himpunan Kawasan Industri di Jakarta, Kamis (28/6/2018).
Menteri Airlangga menambahkan saat ini Pemerintah telah menyiapkan 10 Agenda Prioritas Making Indnesia 4.0 yang dalam jangka pendek akan melakukan tiga langkah strategis agar implementasi Indonesia 4.0. dapat terwujud.
"Pertama, Menyediakan insentif fiscal yang lebih menarik dan memiliki kepastian. Penyediaan insentif fiscal dan tax holiday akan diberikan kepada industry pionir yang memiliki eksternalitas positif yang besar, baik yang melakukan investasi baru maupun investasi dalam rangka perluasan," kata Menperin.
Langkah kedua, lanjut Menperin, memperbaiki tata cara perizinan baik yang dilakukan di tingkat pusat maupun di daerah. "Saat ini sudah disiapkan tata cara perizinan dengan menggunakan mekanisme Online Single Submission (OSS)," tambahnya.
"Dan langkah ketiga, yang diperlukan adalah akselerasi penyediaan diklat-diklat dasar berbasis kompetensi termasuk pengembangan pendidikan vokasi," kata Menteri Airlangga.
Ia menambahkan, Pemerintah juga akan membentuk Komite Industri Nasional (KINAS) yang tujuan utamanya untuk memfasilitasi penyelarasan agenda prioritas implementasi industry 4.0 secara nasional, lintas Kementerian/Lembaga, dan lintas pemangku kepentingan.
"Disamping itu, juga akan terus dilakukan pembangunan SDM Industri untuk mencapai kulaitas tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan industry di era industry 4.0," kata Menperin.