INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kemenperin menyatakan potensi IKM cukup signifikan, terlihat dari nilai ekspor IKM periode Januari-November 2016 mencapai US$24,7 miliar atau memberikan kontribusi 24,8 persen terhadap total ekspor industri non-migas.

Pada tahun 2016, jumlah IKM di Indonesia diperkirakan tumbuh sebanyak 166 ribu unit atau naik 4,5 persen dibandingkan tahun 2015 dan telah menyerap tenaga kerja sebanyak 350 ribu orang.

"Oleh karena itu, Pemerintah tengah membangitkan gairah pelaku IKM kita agar terus berproduksi. Salah satunya melalui pemberian fasilitas berupa Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE)" ujar Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih kepada INDUSTRY.co.id di Jakarta,Minggu (29/1/2017).

Tujuan KITE ini memberikan kemudahan bagi IKM dalam mengimpor bahan baku untuk proses produksi yang akan diekspor kembali sebagai produk jadi. Selain itu, IKM juga akan diberikan insentif berupa pembebasan bea cukai serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM).

Rencananya, Presiden Joko Widodo meluncurkan KITE IKM tersebut di Joglo Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah pada Senin (30/1). Pada kesempatan tersebut, dijadwalkan hadir Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang akan turut mendampingi Presiden meninjau sentra IKM Tumang.

Perlu diketahui, kerajinan logam yang dihasilkan dari sentra IKM di Dusun Tumang, Desa Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah telah menembus pasar ekspor. Produk dari perajin tembaga dan kuningan ini 53 persen didistribusikan ke Malaysia, Jepang, Australia, Perancis, Rusia, Korea, Dubai, Abu Dhabi, dan Amerika Serikat, sedangkan sisanya untuk pasar lokal.

Selanjutnya, berdasarkan data Disperindag Boyolali, nilai investasi dari sentra IKM logam di Dukuh Tumang mencapai Rp5,9 miliar dan nilai produksi sebesar Rp3,46 miliar pada tahun 2015.

Jumlah IKM di lokasi tersebut sebanyak 133 unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 476 orang. Produk-produk unggulan yang dihasilkan, antara lain lampu hias untuk dalam maupun luar ruang, hiasan dinding, kaligrafi, meja, kubah, wastafel, bathtub, dan patung.