INDUSTRY.co.id, Jakarta - Pasca insiden pengeboman yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo pada Minggu dan, membuat sejumlah negara memberikan Travel Advice atau imbauan perjalanan kepada warganya yang akan dan tengah melakukan perjalanan ke Indonesia.

Advertisement

Serangan pengeboman terjadi di tiga lokasi gereja di Surabaya dan Rusunawa di wilayah Sidoarjo. Dan, bom terjadi juga pada Senin,(14/5/2018), teror bom juga terjadi tetapi, kali ini di Polrestabes Surabaya.

Dengan terjadinya pengeboman tersebut, Departemen Luar Negeri, melalui Kedutaan Besar Filipina di Jakarta, berhubungan dengan anggota Komunitas Filipina di Surabaya, di tengah serangkaian pemboman bunuh diri di kota terbesar kedua di Indonesia yang merenggut sejumlah nyawa dan melukai puluhan lainnya.

Advertisement

Melalui situs resmi Republic of the Philippines National Government, dalam keterangan yang ditulis pada Selasa (15/5/2018), menyatakan, Departemen telah menyarankan lebih dari 250 orang Filipina yang tinggal di Surabaya untuk tetap waspada dan membatasi gerakan mereka sampai situasi menormalkan.

Departemen belum menerima informasi apa pun dari Kedutaan yang akan menunjukkan adanya korban orang Filipina dalam pemboman itu. Departemen akan terus memantau situasi di Surabaya. Pihak pemerintahpun juga meminta agar warga Filipina yang membutuhkan bantuan segera dapat menghubungi Kedutaan di +62.878.85373273.

Advertisement