INDUSTRY.co.id, Jakarta - Semangat menebar manfaat untuk kaum dhuafa melalui model wakaf produktif dan bisnis sosial menjadi acuan dalam program terobosan Dompet Dhuafa di tahun 2017.

Advertisement

Dibidang bisnis, Dompet Dhuafa berencana mendirikan sebanyak 10 minimarket pemberdayaan bernama Dayamart. Dayamart digagas sebagai model program pemberdayaan berbasis minimarket dengan tujuan utama memandirikan masyarakat mustahik.

"Konsep Dayamart bukanlah sebagaimana bisnis murni melainkan sosial bisnis. Hal ini dilakukan dengan mendirikan minimarket dan menjadikan masyarakat miskin sebagai pemiliknya, namun tetap dalam pembinaan dan proses manajemen yang profesional" terang Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ismail A. Said di Jakarta (26/1/2017).

Advertisement

Keuntungan usaha minimarket ini juga disalurkan untuk membantu masyarakat miskin, memberikan diskon belanja kepada mustahik, memberikan modal usaha kepada warung kecil disekitar Dayamart serta menampung produk UMKM.

"Selama tahun 2016, telah beroperasi satu Dayamart dan telah memiliki 50 penerima manfaat di Padang, Sumatera Barat" tambahnya.

Advertisement

Berkenaan dengan kinerja 2016, ismail memaparkan bahwa penerima manfaat Dompet Dhuafa di tahun 2016 berjumlah 1.832.066 jiwa. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 21,33 persen dari jumlah penerima manfaat tahun 2015.

Jumlah penerima manfaat tersebut berasal dari empat pilar program Dompet Dhuafa yakni, sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Advertisement

Sedangakn penghimpunan dana tahun 2016 sebesar Rp. 314 miliar. Adapun penyaluran di tahun 2016 sebesar Rp. 279 miliar. Sampai saat ini pertumbuhan donatur Dompet Dhuafa sebesar 30,05%.

"Bila ditotal dari tahun berdirinya 1993 hingga 2016 lalu, penerima manfaat Dompet Dhuafa berjumlah 14.969.836 jiwa"terang Ismail.