INDUSTRY.co.id, Palembang - Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas, Bintang Puspayoga membuka acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Keuangan Inklusif yang digelar Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Kecil Menegah (LPDB KUMKM) di Palembang, Kamis (10/5/2018).

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Dirut LPDB KUMKM beserta jajarannya telah bekerjasama dengan dekranas, kalau tahun lalu membuka sinergi ini dengan para deputi yang ada dikementerian, khusus tahun ini dengan LPDB jumlah pesertanya binaan UMKM nya lebih banyak, “kata Bintang

Ia mengatakan, Dekranas merupakan lembaga nirlaba yang tidak ada gelontoran dananya, karenanya salah satu tupoksinya ialah melalui sinergisitas dengan lembaga/kemenenterian. Setidaknya ada 17 lembaga/ kementerian yang menangani kerajinan ini.

Pihaknya juga berpesan LPDB KUMKM tidak hanya membuka diri dengan Dekranas saja dalam mendorong visi misi trisukses LPDB yaitu, sukses penyaluran, sukses pemanfaatan dan sukses pengembalian. Diharapkan LPDB tidak hanya sukes dalam penyaluran tapi kepada penerima juga harus sukses antara lain sukses perencanaannya, pelaksanaannya serta evaluasi dari pemanfaat tersebut.

“Sehingga akan mengurangi kredit macet dari penyaluran dana bergulir LPDB KUMKM,” paparnya.

Dengan  adanya sinergi ini diharapkan dalam memajukan kerajinan nasional dapat terwujudkan. Begitu juga dengan memajukan koperasi dapat terwujud. Mudah-mudahan atas perhelatan asian games, apa yang menjadi harapan bersama, sukses pelaksanaan, sukses prestasi, sukses pertumbuhan ekonomi dapat diwujudkan.

Dirut LPDB KUMKM, Braman Setyo mengatakan LPDB KUMKM total penyaluran dana bergulir sejak 2007 hingga 2018 mencapai Rp 8,5 triliun kepada 1 juta lebih UMKM, 76 mitra koperasi sekunder, 2.547 mitra koperasi primer dan 371 mitra perusahaan modal ventura dan bank.

“Selama itu pula penyerapan tenaga kerja mencapai 1.800 tenaga kerja,” ujar Braman. Disamping itu memang LPDB sama hal dengan lembaga keuangan perbankan lainnya, keunggulannya memberikan bunga yang sangat rendah.

Untuk simpan pinjam dikenakan  bunga tujuh persen, sektor riil lima persen, dan program Nawacita 4,5 persen. “Dengan bunga rendah dari LPDB, pelaku UKM bisa lebih bergeliat lagi,” ujar dia. Untuk di Sumsel sendiri dari 2008 hingga 2018 sebanyak Rp 211 milyar dana bergulir disalurkan.

Ia juga menilai dengan sinergi melalui Dekranas dapat menjembatani informasi akses pembiayaan kepada binaannya di daerah. Dengan pola kerjasama ini LPDB dimudahkan dengan pelaku usaha kerajinan di daerah.

“LPDB juga menargetkan penyaluran dana bergulir tahun ini mencapai Rp 1,2 triliun. Dimana Rp 750 miliar untuk konvensional dan Rp 450 miliar khusus syariah,” ucapnya. Pihaknya juga mengalokasikan Rp 100 miliar pengembangan wirausaha. Karena itu, pihaknya mencari inkubator-inkubator bisnis yang ada di Sumsel ini dengan bunga yang rendah berkisar 5 hingga 9 persen. bagi mahasiswa tidak perlu dimintai agunan, melainkan orang tua menjadi penanggung jawabnya, bahwa mereka memiliki rintisan usaha.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Palembang, Musiawati mengatakan dalam menyambut gelaran Asian Games dinas koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah Kota Palembang mengadakan pelatihan pembuatan souvenir bagi UMKM di kota ini.

“Sebelumnya telah kita adakan pelatihan bagi 30 UMKM dalam membuat souvenir berkualitas dan harganya terjangkau,”ujar dia.  Suvenir itu kelak dipasarkan di ajang Asian Games 2018 di mana Palembang jadi tuan rumah, bersama Jakarta.“Kita lihat dulu. Jika suvenirnya berkualitas akan dipasarkan. Jika belum bagus, akan dilatih lagi,” jelasnya. Adapun untuk souvernir seperti produk kain jumputan, songket , tenun dan kuliner pempek Palembang.