INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pengembang properti yang telah berhasil memenangkan penghargaan di seluruh Australia, Crown Group tengah membangun apartemen berbasis shooping center di Sydney, Australia.
Apartemen yang mengusung tema Eastlakes Live ini diharapkan menjadi pilihan warga Indonesia yang ingin tinggal di negara kangguru tersebut.
CEO Crown Group Iwan Sunito mengatakan, untuk membangun hunian modern dan mewah yang menampilkan total 586 unit apartemen dan shooping center, perusahaan menyiapkan dana investasi mencapai Rp10 triliun.
"Pada 2 Juni 2018 nanti, kita akan launching tahap pertama sebanyak 134 unit yang ditergetkan selesai pada tahun 2021. Sedangkan tahap kedua kita akan sediakan 452 unit dan ditargetkan selesai pada tahun 2024," kata Iwan Sunito dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Jumat (4/5/2018).
Ia menambahkan, secara investasi proyek Eastlakes Live menjadi sejarah investasi yang terbesar bagi Crown Group. "Ini sangat menarik bagi sejarah perusahaan, dan proyek ini akan menjadi katalis di kawasan Eastlikes," terangnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan, untuk hunian Crown Group mengusung konsep greenbelt dan shopping center dibangun di tepi batas trend high-end yakni sebuah komunitas mixed-use seperti LA Live di Amerika Serikat dan Top Ryde City Living di pinggiran utara Sydney.
Menurutnya, untuk satu unit apartemen tipe 1 bedroom dibanderol dengan harga Rp6 miliar, sedangkan untuk tipe 2 bedroom seharga Rp9-13 miliar, tipe 3 bedroom Rp13-24 miliar, dan Penthouse seharga Rp23 miliar.
"Jadi untuk yang mau beli cukup bayar 10%. Sisanya dibayarkan setelah proses pembangunan ini selesai. Untuk tahap awal kami rilis secara terbatas," ucap Iwan.
Iwan mengaku optimistis jika proyek terbarunya ini akan banyak diminati, sebab dalam apartemen Eastlakes Live ini dibangun di area yang strategis karena hanya 6 kilometer dari Sydney CBD, dan dekat dengan University New South Wales, dan Bandara Sydney.
"Saat ini kita sudah terima deposit mencapai total Rp1,3 triliun, hampir 30 persennya orang Indonesia," tutur Iwan.