INDUSTRY.co.id - Jakarta- Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap pembangunan lokasi pertandingan Asian Games 2018 untuk cabang olahraga jet ski dan layar dapat selesai tepat waktu, sebelum pelaksanaan 'test event' pada 18 - 24 Juni.
"Sesuai dengan rencananya dan juga apa yang telah selesai sekarang, rencana selesai itu tetap sesuai dengan jadwal. Karena batasan semua pembangunan 'venue' ini harus akhir Juni selesai," kata Wapres Jusuf Kalla saat mengunjungi lokasi cabang olahraga layar di Pantai Marina Ancol, Jakarta Utara, Jumat (27/4/2018)
Sejak Jumat pagi, Wapres Jusuf Kalla dengan didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi pertandingan Asian Games di Bekasi dan Jakarta.
Wapres mengatakan semua lokasi yang dia kunjungi Jumat, pengembangnya menjanjikan akan menyelesaikan pembangunannya tepat waktu untuk dapat digunakan "test event" pada pertengahan Juni mendatang.
"Semua yang tadi kami tinjau, semua menjanjikan, dan kami lihat sendiri semua bisa selesai pada waktunya, semua venue itu," katanya.
Lokasi-lokasi tersebut adalah Stadion Patriot Chandrabhaga untuk cabang olahraga sepak bola di Bekasi, Jakarta International Velodrome untuk cabang olahraga balap sepeda di Rawamangun, Pantai Indah Ancol untuk cabang olahraga jet ski dan Pantai Marina Ancol untuk cabang olahraga layar.
Dari empat lokasi tersebut, hanya Stadion Patriot Bekasi yang dilakukan renovasi; sementara tiga lainnya dilakukan pembangunan besar-besaran.
Pembangunan venue jet ski hingga saat ini baru 50 persen, sementara konstruksi pengerjaan venue layar baru 48,5 persen.
Konstruksi venue jet ski dikerjakan oleh PT Virama Karya (Persero) dengan nilai kontrak Rp2,8 miliar dan jangka waktu pengerjaan sejak 7 Desember 2017 hingga 3 Agustus 2018.
Sementara itu, pembangunan venue layar dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) Wilayah VI dengan nilai kontrak Rp172,5 miliar dan jangka waktu pengerjaan sama dengan venue jet ski.
Meskipun dalam kontrak tertulis pembangunan dimulai sejak akhir tahun 2017, namun pengerjaannya baru dimulai awal Januari sehingga waktu yang dimiliki kontraktor menjadi semakin singkat dari seharusnya untuk menyelesaikan pembangunan.