INDUSTRY.co.id, Jakarta - Di ajang Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2018 tak hanya memamerkan produk fashion khas daerah saja, melainkan pusaka khas daerah setempat. Sepertinya hal dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat.
Florentina anggota Dekranasda Kalbar, Kamis (26/4/2018) mengatakan Suku Dayak adalah suku asli Kalimantan yang hidup berkelompok di pedalaman. Suku Dayak terbagi dalam berbagai 405 sub-suku. Namun, secara garis besar suku bangsa Dayak terbagi dalam enam rumpun besar, yakni Apokayan (Kenyah, Kayan, Bahau), Ot Danum – Ngaju, Iban, Murut, Klemantan, dan Punan.
Suku Dayak merupakan Suku asli Kalimantan yang sangat terkenal hingga ke manca negara, suku ini terkenal dengan keunikan etnik dan budayanya. Suku Dayak dikenal sebagai suky yang memiliki warisan magis yang kuat, dari hal tersebut maka ilmu-ilmu spiritual menjadi salah satu simbol khas yang dimiliki oleh suku yang mendiami pedalman tanah Borneo. Kata Dayak sendiri diberikan oleh orang-orang Melayu yang datang ke Kalimantan.
Suku Dayak memiliki banyak ciri khas unik, salah satunya adalah senjata tradisional khas Dayak yakni Mandau. Mando atau yang biasa disebut Mandau adalah senjata tajam sejenis parang yang berasal dari kebudayaan Dayak di Kalimantan.
“Mandau merupakan benda yang sangat disakralkan oleh suku Dayak, masyarakat Dayak meyakini bahwa Mandau dapat melindungi pemiliknya dari ancaman bahaya. Bagi masyarakat Dayak, Mandau memiliki karakteristik yang bersumber dari harmonisasi alam dengan masyarakat Dayak,” paparnya.
Mandau menjadi salah satu senjata suku Dayak yang merupakan pusaka turun temurun dan dianggap sebagai barang keramat. Selain itu, Mandau juga merupakan alat untuk memotong dan menebas tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya. Karena sebagian besar keseharian masyarakat Dayak berada di hutan, maka Mandau selalu diikatkan pada pinggang mereka. Suku Dayak adalah suku yang gemar berpetualang, sehingga untuk memberi kenyamanan dalam perjalanannya seorang putra Dayak akan melengkapi dirinya dengan senjata, yaitu Mandau.
Tidak seperti pedang-pedang tradisional lainnya, senjata mematikan ini dikemas sangat cantik. Hampir semua sisinya memiliki detail, mulai dari pegangan, sarung, hingga bilahnya sendiri. Tujuan Mandau dihias bukan hanya agar terlihat menawan saja, namun juga memiliki manfaat khusus untuk mengusir hewan-hewan buas, lubang-lubang pada bilah juga memiliki makna khusus sendiri, hampir semua hiasan pada mandau memiliki makna tersendiri.
Mandau memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah Mandau Bawin Batung, Mandau Hatuen Balui, Mandau Bawin Balui, Mnadau Bawin Buhu, Mandau Butung Bahun Bdulilat, dan Mandau Birang. “Adapun kisaran harganya mulai dari Rp 400 ribuan hingga jutaan rupiah,” tandasnya