INDUSTRY.co.id, Bekasi - Rencana pemerintah mengoperasikan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) pada tahun ini akan berdampak positif bagi industri property di Bekasi. Kebijakan tersebut diperkirakan mampu meningkatkan penjualan unit, setelah stagnan di tahun 2016.

Advertisement

Salah satunya adalah proyek besutan PT. Langgeng Perkasa, Wismaya Residence. Konsep hunian vertikal " Private Living dan Affordable Luxury", berada diatas lahan seluas 10.745 meter persegi di kawasan Strategis Kota (KSK) Bekasi. Terdiri dari dua menara apartemen setinggi 35 lantai dengan total 2316 unit. Tipe yang ditawarkan masih standar, mulai dari studio hingga 3 bedroom.

Proyek wismaya residence direncanakan akan serah terima pada akhir 2018 dengan progres pembangunan sudah memcapai tahap pembuatan lantai basement. data penjualan pun menunjukkan peningkatan cukup bagus, dari sekitar 2300 unit sudah terjual 50% lebih untuk tower A oleh grup ritel.

Advertisement

Bahkan permintaan unit 3 bedroom meningkat. "Ada beberapa investor dan hotel yang berminat membeli block sales. Investor yang berminat sangat beragan, mulai dari lokal sampai asing ", ujar General Manager Marketing And Sales, Andreas Irwan Herwanto saat ditemui di acara peluncuran program baru Wismaya Residence (23/1).

Kenaikan harga tanah permeter cukup signifikan, dimana pada oktober 2015 masih di harga Rp.12.5 juta permeter. Kini sudah mencapai 17 juta permeter. Dengan kategori property masih disebut sebagai Sunrise Property, Wismaya Residence bisa dikatakan satu dari sedikit apartemen harga 300 jutaan yang berada tepat dijantung kota Bekasi. Selebihnya adalah apartemen dengan kisaran harga 400 jutaan.

Advertisement

Dengan lokasi kawasan berada di tengah exit Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur, dan selangkah menuju akses jalan tol Becakayu, Wismaya Residence dapat makin meningkatkan progress penjualan di tahun 2017 ini. Ditambah lagi dengan adanya program "Wismaya Viva Eropa".

Advertisement