INDUSTRY.co.id, Kupang - Taman Nasional Komodo yang terletak di antara provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat ini didirikan untuk melindungi komodo dan habitatnya. Taman nasional ini terdiri atas tiga pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil.

Dengan kaya akan wisata alamanya yang melimpah, selama tahun 2016 sebanyak 83.712 wisatawan domestik dan mancanegara mengunjungi destinasi wisata Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat.

"Jumlah kunjungan tersebut lebih didominasi wisatawan domestik sebanyak 54.335 orang, sementara mancanegara 29.377 orang," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu, di Kupang, Sabtu (21/01/2017)

Pulau Komodo, merupakan terbanyak ke dua untuk jumlah kunjungan wisatawan ke Nusa Tenggara Timur setelah Kota Kupang sebanyak 197.632 yang belum terhitung kunjungan terkahir pada bulan Desember 2016.

"Tujuan kedatangan wisatawan biasanya untuk menyaksikan spesies langka komodo bernama nama latin "varanus komodoensis" yang merupakan salah satu keajaiban dunia (new 7 wonders) itu" lanjut Marius

Selain menikmati keindahan alam di Pulau Komodo, terdapat destinasi yang lain di sekitaran bagian barat Pulau Flores, banyak wisatawan menyelam di sekitar perairan Labuan Bajo, tambahnya.

"Destinasi Komodo sudah sangat familiar di mata wisatawan nusantara maupun dunia apalagi Labuan Bajo juga sudah terpilih sebagai salah satu destinasi unggulan secara nasional," sambungnya

Labuan Bajo merupakan salah satu desa dari 9 desa dan kelurahan yang berada di kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Sejak keberadaan destinasi wisata Labuan Bajo, menurut Marius, sejauh ini dengan ada destinasi ini, sudah dapat merangsang kemajuan destinasi lainnya yang berada disekitarannya yang selama ini kurang terlaku yaitu, Adat Bena, Waerebo, Pantai Pink, wisata 17 pulau di Riung dan lainnya dan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke daerah setempat didukung dengan adanya layanan penerbangan yang semakin lancar serta jumlah layanan penerbangan yang meningkat di Labuan Bajo sebanyak tujuh kali setiap harinya.

"Banyak wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo kemudian menuju destinasi unggulan lain di sekitarnya hingga ke danau tiga warna Kelimutu di Ende sampai ke Flores bagian timur," katanya.

lanjutnya, sekarang ini banyak pula wisatawan yang datang dengan kapal layar kecil (yacht) atau maupun dengan kapal penyeberangan laut reguler dari Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat ke Labuan Bajo.

Ia menyatakan bahwa, pihaknya akan terus mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan untuk bisa terus membantu dan memfasilitasi terkait dengan penerbangan langsung dari luar negeri.

Marius mengakui, bahwa Ia sudah menyurati kepada Menteri Perhubungan untuk membantu pengadaan layanan penerbangan langsung dari luar negeri seperti Singapura, Kuala Lumpur, Darwin, atau ke Kota Kupang maupun Labuan Bajo.

"Kita akan terus upayahkan agar tahun ini bisa ada layanan penerbangan langsung dari luar negeri karena akan lebih efektif untuk mendongkrak jumlah kunjungan terutama dari mancanegara," tutupnya Marius.(Ant)