Menteri Jonan Pastikan Kesiapan Pasokan Listrik di Wilayah Jawa dan Bali Jelang Lebaran

Oleh : Hariyanto | Jumat, 13 April 2018 - 08:56 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memastikan kesiapan keamanan pasokan tenaga listrik periode Hari Raya Idul Fitri tahun 2018, terutama untuk wilayah Jawa Timur dan Bali, di Area Pengaturan Beban (APB) Jawa Timur PT PLN, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (12/4/2018). 

Untuk kondisi kelistrikan di Jawa Timur dan Bali saat ini, pembangkit yang beroperasi dapat menghasilkan 9.301,6 megawatt (MW), sementara beban puncak sistem Jawa Timur-Bali mencapai 5.572,39 MW. 

Khusus periode Hari Raya Idul Fitri, menurut Direktur Regional Bisnis PT PLN (Persero) Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, rata-rata beban puncak tertinggi sekitar 3.800 MW, jadi cadangan listrik mencukupi.

Pada kesempatan tersebut, PLN juga menyampaikan bahwa pihaknya akan membangun proyek SUTET 500 kV Surabaya-Grati. Namun, karena jalur SUTET tersebut berada di lokasi rencana induk pengembangan Bandar Udara Juanda, maka PLN akan mengubahnya menjadi Underground Cable (UGC) 500 kV yang akan melintasi bandar udara. 

Maka dari itu, PLN memohon dukungan terkait pengesahan rencana induk Bandar Udara Juanda agar segera diselesaikan, sebagai dasar pengajuan izin penetapan lokasi UGC.

PLN juga menyampaikan rencana APB Jawa Timur untuk melakukan pengalihan output Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) 2 dan 3 Gresik dari 500 kilo volt (kV) ke 150 kV. Pengalihan output PLTGU ini dilakukan untuk meningkatkan pasokan Krian 1 dan 2, serta menambah daya mampu netto pembangkit 150 kV dengan memindahkan outlet 1 Gas Turbine (GT) Gresik dari 150 kV ke 500 kV. Hal tersebut dilakukan guna mencegah defisit pembebanan pada subsistem Krian 1 dan 2 di tahun 2019-2020.

Pada saat beban rendah, dengan telah dilakukannya pemindahan outlet 1 GT Gresik dari 500 kV ke 150 kV maka Reserve Shutdown pada PLTU Gresik 1 atau 2 dapat dilakukan, sehingga dengan tidak beroperasinya pembangkit tersebut pada saat beban rendah akan menurunkan biaya operasi pembangkit dan pada akhirnya akan menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) Pembangkit.

Diproyeksikan, pembebanan GT Gresik akan optimal pada tahun 2018-2019, selanjutnya pembebanannya akan turun menyesuaikan kebutuhan sistem setelah GITET 500 kV Waru atau GITET 500 kV Surabaya Selatan beroperasi (akan dioptimasi sesuai dengan kebutuhan Jawa). 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bank BTN akan menjaga laju bisnis perseroan tetap on track hingga akhir 2019

Senin, 19 Agustus 2019 - 14:56 WIB

Aset BTN Tumbuh Tertinggi di Antara 15 Bank Besar

akarta-Bisnis PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. yang terus melaju positif sukses mengantarkan perseroan mencatatkan diri sebagai bank dengan pertumbuhan aset tertinggi di antara 15 entitas…

Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen, saat paparan publik

Senin, 19 Agustus 2019 - 14:55 WIB

Telkom Ikuti Proses Tender BTS Menara Indosat

Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sedang mengikuti proses tender (Base Tranceiver Station/BTS) dari PT Indosat TBK (ISAT).

Arc by Crown Group

Senin, 19 Agustus 2019 - 14:30 WIB

Dua Menara Megah Crown Group Sabet Penghargaan Bergengsi dalam UDIA NSW Awards 2019

Pengembang properti terkemuka di Australia, Crown Group berhasil meraih penghargaan bergengsi untuk dua proyek huniannya di Sydney pada perhelatan UDIA NSW Awards for Excellence 2019, akhir…

Suryadi Willim, Marcomm Manager Evercoss

Senin, 19 Agustus 2019 - 13:41 WIB

Evercoss Optimis Validasi IMEI Berdampak Positif Terhadap Pertumbuhan Industri Ponsel Tanah Air

EVERCOSS brand smartphone nasional yang masih eksis di pasaran optimis terhadap rencana validasi IMEI akan berdampak positif terhadap industri smartphone tanah air.

Said meminta pemerintah agar mengurungkan niatnya membuat kebijakan tax amnesty jilid II ini

Senin, 19 Agustus 2019 - 12:53 WIB

Wakil Banggar DPR RI Meminta Pemerintah Menyiapkan Grand Strategi Mengantisipasi Dampak Perang Dagang AS dan China

Jakarta-Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah memperkirakan tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih belum mereda sebagai dampak dari kondisi ekonomi global yang belum membaik.