INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus konsisten memberikan pembinaan kepada kreator muda dalam negeri untuk mendorong industri kreatif Indonesia bisa go global dan go digital. 

“Kami terus membina ide-ide kreatif dari para pelaku IKM ini bisa diwujudkan dalam bentuk produk nasional yang berdaya saing global serta dapat memanfaatkan teknologi digital,” ujar Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Ia menambahkan, dalam upaya mendorong IKM nasional agar mampu menggunakan teknologi digital, Kemenperin telah membuat fasilitasnya melalui e-Smart IKM. 

“Hingga saat ini sebanyak 1.730 pelaku IKM telah mengikuti workshop e-Smart IKM,” ungkap Gati. 

Sampai tahun 2019, Kemenperin menargetkan dapat mengajak 10 ribu pelaku IKM seluruh Indonesia untuk mengikuti lokakarya tersebut. 

Gati menambahkan, pembinaan dalam program e-Smart IKM ini tidak hanya dalam sesi workshop saja, namun juga akan dilakukan pembinaan-pembinaan.

“Kepada para IKM yang hasil produksinya tidak laku dipasarkan di marketplace, akan dilakukan pembinaan lanjutan berupa pelatihan sumber daya manusia, pendampingan dalam proses produksi, desain produk dan kemasan serta bantuan mesin dan peralatan melalui program restruksturisasi,” paparnya. 

Agar dapat mengetahui lebih detail mengenai program e-smart IKM, Ditjen IKM Kemenperin mempunyai layanan call center melalui nomor 1500-775 yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat. 

Selain itu, para pelaku IKM yang ingin bergabung dalam program e-Smart IKM, juga bisa mengunjungi situs www.kemenperin.go.id/pendaftaran_esmart. 

“Kami berharap para pelaku IKM dapat memanfaatkan fasilitas tersebut sehingga bisa mendapatkan berbagai informasi terhadap program, kebijakan, fasilitasi dan layanan lainnya mengenai pengembangan IKM,” tutur Gati.