ESDM Pacu Alokasi Anggaran Publik di Bidang Energi

Oleh : Arya Mandala | Sabtu, 07 April 2018 - 08:30 WIB

Alokasi Anggaran Publik di Bidang Energi
Alokasi Anggaran Publik di Bidang Energi

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Dengan jumlah anggaran sama, porsi anggaran Kementerian ESDM untuk publik mengalami peningkatan.

Alokasi untuk pembangunan sarana prasarana air, listrik dan lainnya.

Tak ada yang berubah dengan jumlah anggaran Kementerian ESDM tahun 2018 dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun dengan jumlah total anggaran yang sama, terjadi kenaikan porsi belanja publik dari 41% pada tahun 2017 menjadi 56% pada tahun 2018.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, untuk pertama kalinya dalam jangka waktu yang panjang lebih dari 50 persen DIPA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) digunakan untuk belanja publik fisik.

Kementerian ESDM memiliki postur anggaran yang lebih besar untuk masyarakat tahun 2018.

Dengan penetapan pagu indikatif Kementerian ESDM tahun 2018 sekitar Rp 6,5 triliun dengan perincian untuk belanja publik sebesar 56% atau Rp 3,7 triliun dan sisanya untuk belanja publik non-fisik dan belanja aparatur.

Upaya untuk menjaga porsi anggaran yang berimbang bagi publik diupayakan ESDM dari jauh-jauh hari.

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, bahwa kegiatan atau program yang bersentuhan secara langsung dengan kepentingan masyarakat menjadi prioritas yang harus dilaksanakan dan tidak terkena penghematan.

Kegiatan-kegiatan yang bersentuhan secara langsung yang dilaksanakan Kementerian ESDM untuk kepentingan rakyat tersebut antara lain, pembangunan sarana dan prasarana air bersih untuk rakyat melalui sumur bor, pemberian konverter kit untuk nelayan, jaringan gas kota.

Selain itu ada juga pembangunan pembangkit listrik EBT seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat atau yang tidak terpusat, dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Diantara anggaran tersebut akan digunakan untuk pemberian lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) dan pembangunan infrastruktur jaringan gas kota untuk 79.531sambungan Rumah tangga (SR) di 16 kota dan kabupaten.

Selain itu anggaran juga diperuntukkan bagi pembagian alat pengubah bahan bakar minyak ke gas (converter kit) sebanyak 25.000 unit dan sumur bor di daerah sulit air sebanyak 500 titik yang tersebar 190 kabupaten dan kota.

Porsi anggaran lainnya, sebanyak 26 persen atau sekitar Rp 1,7 triliun digunakan untuk belanja aparatur.

Rinciannya adalah untuk belanja gaji pegawai sebesar Rp 1 triliun, Rp 385 miliar untuk belanja operasi dan manajemen kantor, dan Rp 315 miliar untuk belanja pelayanan organisasi.

Sisanya sebanyak 18 persen atau Rp 1,1 triliun untuk belanja publik nonfisik, seperti bimbingan teknis, penyuluhan, pendampingan, sosialisasi dan penyusunan regulasi.

Meski di sisi lain Kementerian ESDM tidak mendapat kenaikan alokasi anggaran.

Alokasi anggaran 2018 yang sama dengan tahun 2017 dipengaruhi oleh kemampuan penyerapan anggaran Kementerian ESDM.

Hingga akhir tahun 2017 lalu, Kementerian ESDM hanya mampu menyerap 74,8 persen atau Rp 4,9 triliun dari APBN-P 2017 sebesar Rp 6,5 triliun.

Beberapa hal menyebabkan anggaran tidak terserap maksimal.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan, diantara penyebab tak terserapnya anggaran dengan maksimal adalah adanya pengalihan anggaran pembangunan tangki minyak dan gas kepada PT Pertamina (Persero).

Dengan adanya penugasan ini, biaya pembangunan tangki menjadi tanggungan Pertamina, ujar Ego.

EBT dan LTSHE

Sejalan dengan RPJMN Tahun 2015-2019, Kementerian ESDM utamanya terkait dengan Sasaran Pembangunan Sektor Unggulan, yang didalamnya terdapat sasaran Kedaulatan Energi.

Diantara upaya tersebut, ESDM mencatat Progress program EBT dan LTSHE tahun 2017 tampak seimbang.

Ada yang melebihi target, dan sebagian di bawah target.

Seperti disampaikan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Andi Noorsaman, rasio elektrifikasi ketenagalistrikan tahun 2017 sudah mencapai 94,91% atau berada di atas target tahun 2017.

Namun untuk kapasitas terpasang pembangkit, sedikit meleset dari target yang telah ditetapkan pada 2017 yaitu mencapai 61 GW, sedikit di bawah target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 62 GW.

Sementara itu Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan (EBT) dan Konservasi Energi, Rida Mulyana memaparkan kemajuan kontrak EBT yang meningkat dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2017 Kementerian ESDM telah menandatangani 68 Power Purchase Agreement/PPA.

PPA dengan total kapasitas terbangkitkan mencapai 1207 MW dan status saat ini dari 68 PPA yang ditandatangani, ada 55 yg masih berproses untuk mendapatkan Financial Closing (FC).

PPA yang sudah mendapatkan FC namun belum memulai kontruksi sebanyak 5 unit, dan yang telah memulai kontruksi dari 68 itu sebanyak 8 unit.

Program LTSHE merupakan program sementara dan pemerintah meminta kepada penyedia untuk menjamin LTSHE yang diproduksi dapat terus menyala selama 3 tahun.

Setelah 3 tahun, program LISSA (Listrik Desa) diharapkan bisa masuk di daerah-daerah yang pada saat ini masih menggunakan LTSHE.

Menurut Rida, untuk program LTSHE yang ditargetkan selesai dalam 2 tahun (2017-2018), pada tahun 2018 ditargetkan sebanyak 176.000 unit LTSHE dibagikan kepada 80.000 Kepala Keluarga (KK).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Budi Hikmat, Kepala Makro Ekonomi dan Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management,

Selasa, 21 Mei 2019 - 11:00 WIB

Lonjakan Defisit Neraca Dagang Tuntut Reformasi Struktural

Kabar kurang menggembirakan kembali mengejutkan pasar finansial Indonesia pada pertengahan Mei ini. Tak hanya polemik perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok semakin panas, investor…

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, PhD dan Kepala Karantina dan Keamanan Pangan Sarawak, Gasing Anak Nyalu

Selasa, 21 Mei 2019 - 10:53 WIB

Kementan Capai Kesepakatan bersama Otoritas Serawak Terkait Ekspor

Kuching - Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) jajaki harmonisasi aturan perkarantinaan Indonesia - Sarawak, Malaysia terkait lalu lintas komoditas pertanian di…

Perusahaan pembiayaan Federal International Finance (FIFGROUP) meresmikan Reading Corner di 5 SMK unggulan di 5 kota di Indonesia, Senin (20/5/2019)

Selasa, 21 Mei 2019 - 10:39 WIB

Tingkatkan Kualitas SDM, FIF Group Resmikan Reading Corner di Lima Kota

Perusahaan pembiayaan Federal International Finance (FIFGROUP) meresmikan Reading Corner di 5 SMK unggulan di 5 kota di Indonesia, Senin (20/5/2019) kemarin.

Perakitan perangkat Xiaomi

Selasa, 21 Mei 2019 - 10:34 WIB

Xiaomi Pastikan Produksi Lancar Menjelang Momentum Lebaran

Berkomitmen untuk memenuhi tingginya permintaan konsumen di bulan Ramadan, Xiaomi berfokus pada kelancaran proses produksi dan distribusi.

Ilustrasi e-money. (Foto: Istimewa)

Selasa, 21 Mei 2019 - 10:20 WIB

Ini Dia 100 Titik Layanan Top Up E-money bagi Pemudik

Bank Indonesia (BI) berkoordinasi dengan perbankan nasional dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menyediakan lebih dari 100 layanan mobile top up e-money (uang elektronik) di sejumlah titik peristirahatan…