INDUSTRY.co.id - Balikpapan- Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar (Cak Imim) menerima mandat sebagai calon wakil presiden 2019-2024 dari para kiai dan ulama Kalimantan Timur saat mengunjungi Pondok Pesantren Al Izzah di Kota Balikpapan, Selasa (3/4/2018)

Advertisement

"Kalau para alim ulama, kiai-kiai dan santri di Indonesia menghendaki, sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU) saya akan perjuangkan dengan sungguh-sungguh aspirasi umat," kata Cak Imin.

Di Pesantren Al Izzah, sekitar 300-an kiai, ulama dan santri dari berbagai daerah di Kaltim memberikan mandat kepada mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu untuk memperjuangkan aspirasi umat Islam Indonesia dengan meraih kepemimpinan nasional.

Advertisement

Habib Yahya al Muhdor menyampaikan secara langsung mandat tersebut disaksikan puluhan ulama yang hadir di pesantren yang terletak di lembah Sungai Wain itu.

Mandat itu juga menugaskan Cak Imin agar mendorong penyatuan umat Islam Indonesia dalam satu visi menghadapi tantangan ekonomi dan politik.

Advertisement

Selanjutnya, menurut Cak Imin, dirinya maju sebagai cawapres bukan lantaran ambisi atau mengejar jabatan, melainkan untuk menjalankan amanah dari para ulama, kiai, dan juga para santri.

"Sebelumnya saya juga menerima mandat dari ulama dan Tuan Guru se-Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banyuwangi," tambahnya.

Advertisement

Ia menambahkan bahwa suara para ulama ini merupakan salah satu sinyal bahwa Indonesia memerlukan perubahan.

"Orang NU kalau punya mau, kalau punya keluhan, biasanya susah ngomong karena terlalu tawaddu, terlalu sopan, terlalu ikhlas sehingga berpuluh-puluh tahun ya menunggu saja, berharap saja. Ini yang saya sebut sebagai 'silent hope' atau harapan yang tidak terkatakan," kata Cak Imin dalam orasinya di Pesantren Al Izzah.