Okupansi Hotel di Yogyakarta Capai 100 Persen

Oleh : Chodijah Febriyani | Minggu, 01 April 2018 - 13:28 WIB

JLn Malioboro Yogyakarta (Foto Ist)
JLn Malioboro Yogyakarta (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Yogyakarta- Okupansi atau tingkat hunian hotel kelas bintang di pusat Kota Yogyakarta pada libur panjang akhir pekan bertepatan perayaan Paskah mencapai 100 persen.

"Untuk di ring satu (kawasan Malioboro) sudah penuh bahkan tinggal 'suite room' untuk yang bintang lima," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Istijab M Danunagoro di Yogyakarta, Minggu (1/4/2018)

Kamar kelas eksekutif atau "suite room" yang khusus tersedia pada hotel bintang empat dan lima rata-rata memiliki tarif sewa mulai Rp4 juta per malam.

Wisatawan yang masih ingin bermalam di ring satu Yogyakarta selama libur Paskah, menurut dia, akan diarahkan untuk memesan kamar hotel nonbintang.

Meskipun juga mengalami lonjakan okupansi, hingga saat ini, menurut dia, kamar hotel nonbintang masih tersisa 49-59 persen.

Menurut Istijab, selain di zona ring satu yang berada di kawasan Malioboro, tingginya okupansi juga terjadi di zona ring dua yang ada di kawasan Tugu Yogyakarta yang mencapai 70 persen dan zona ring tiga di kawasan Jalan Kaliurang yang mencapai 50 persen.

"Karena saat ini masih dalam masa 'low season' atau musim sepi kunjungan, diperkirakan okupansi hotel baik bintang maupun nonbintang (melati) rata-rata akan mengalami penurunan kembali menjadi 40-50 persen pada Senin (2/4)," kata dia.

Jika dibandingkan tren kenaikan okupansi rata-rata hotel di DIY pada tahun-tahu lalu, okupansi rata-rata hotel pada libur Paskah saat ini masih lebih rendah.

Hal itu, menurut dia, disebabkan jumlah hotel yang sudah cukup banyak di DIY. Dengan jumlah hotel yang banyak, masing-masing hotel harus berbagi "kue pengunjung" sehingga okupansi tidak terlalu tinggi.

Saat ini terdapat 166 hotel berbintang dan 1.030 hotel nonbintang. Sekitar 60 persen hotel berada di Kota Yogyakarta dan sisanya berada di kabupaten lain di DIY.

"Program 'Meeting, Incentive, Converence, and Exhibition' atau MICE masih menjadi andalan kami untuk menjaga stabilitas tingkat kunjungan," katanya. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin

Jumat, 07 Agustus 2020 - 19:28 WIB

Marak Pembobolan ATM, DPR Cantik Ini Minta Masyarakat Lebih Waspada

Industri perbankan tanah air kembali mendapat sorotan pasca terungkapnya kasus pembobolan rekening nasabah dengan memanfaatkan informasi yang tercantum pada setruk Anjungan Tunai Mandiri (ATM).…

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani

Jumat, 07 Agustus 2020 - 19:15 WIB

Inpres Nomor 6-2020 Dikritik, Komisi IX: Untuk Bertahan Hidup Saja Sudah Kembang Kempis Apalagi Bayar Denda

Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 meminta kepala daerah melakukan sosialisasi…

Ilustrasi Industri Nikel (Photo by Bisnis.com)

Jumat, 07 Agustus 2020 - 19:03 WIB

Luar Biasa! Ekspor Produk Industri Nikel Mampu Tembus USD 7 Miliar

Berdasarkan data BPS, pada tahun 2018 dan 2019, nilai ekspor produk industri logam berbasis nikel berturut-turut mencapai USD4,8 miliar dan USD7,08 miliar atau meningkat 47,5%.

IHSG (Foto/Rizki Meirino)

Jumat, 07 Agustus 2020 - 18:45 WIB

Tutup Pekan IHSG Berakhir Melemah Turun ke Level 5.144

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (7/8) ditutup melemah.

Waskita Karya (Foto Dok Industry.co..id)

Jumat, 07 Agustus 2020 - 18:32 WIB

Sah! Waskita Karya Terbitkan Obligasi Rp135,1 Miliar Jangka Waktu 3 Tahun

Dilansir dari IDX berdasarkan keterangan perseroan, Obligasi Berkelanjutan IV Waskita Karya Tahap I Tahun 2020 dicatatkan sebesar Rp135,5 miliar dengan jangka waktu 3 Tahun.