INDUSTRY.co.id - Jakarta - Selama periode tahun 2014 sampai 2017, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah meningkatkan aset perusahaan sebesar 250% menjadi Rp1.355 triliun.
"PLN telah menerbitkan laporan keuangan tahun 2017 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dengan hasil opini Wajar Tanpa Pengecualian," kata Direktur Human Capital Management PLN Muhammad Ali di Jakarta, Rabu (28/3/2018).
Selama tiga tahun terakhir PLN telah berhasil menghilangkan defisit listrik yang banyak terjadi sebelum tahun 2015. Infrastruktur listrik pedesaan juga telah dibangun, dengan total 75.682 desa pada tahun 2017.
PLN juga meningkatkan jumlah pembangkit, transmisi dan gardu induk yang beroperasi selama 2015 sampai 2017. Jumlah pembangkit sebesar 7.969 MW, transmisi yang beroperasi sepanjang 9.490 km sirkuit dan gardu induk sebesar 36.008 Mega Volt Ampere.
Terkait dengan program 35.000 MW PLN telah menandatangani kontrak maupun Power Purchase Agreement pada bulan Desember sebesar 31.172 MW. Sedangkan program pembangkit 7.000 MW, PLN telah berhasil mengoperasikan 6.454 MW dan sisa 1.406 MW sedang dalam tahap konstruksi.
Sejalan dengan peningkatan jumlah infrastruktur ketenagalistrikan, peningkatan juga terjadi pada rasio elektrifikasi. Rasio elektrifikasi nasional tahun 2017 berhasil mencapai 95,4% di mana angka ini melebihi target yaitu 92,75%.
Pendapatan usaha meningkat menjadi sebesar 255,29 triliun rupiah atau naik 14,6% dari tahun sebelumnya. Pendapatan usaha perseroan meningkat seiring dengan adanya pertumbuhan penjualan sebesar 7,1 Twh selama tahun 2017 dibanding tahun 2016. Selain itu beban usaha perusahaan tahun 2017 naik sebesar Rp21, 02 triliun atau 8,30% menjadi Rp275, 47 triliun. (tar)