INDUSTRY.co.id - Jakarta- Indonesia siap melakukan ekspor komoditas lada secara langsung setelah selama ini harus melewati Vietnam.

Advertisement

Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Jakarta, Selasa (27/3/2018) mengatakan, permintaan India terhadap lada Indonesia cukup tinggi dan Kementerian Pertanian siap menfasilitasi ekspor ke negara tersebut.

"Dalam waktu dekat, sekitar bulan April atau Mei kita akan melakukan ekspor lada ke India, " ujarnya ketika menjelaskan hasil pertemuan dengan Gubernur Bangka Belitung di Kantor Kementan.

Advertisement

Ketika ditanyakan permintaan India terhadap lada Indonesia, Amran tidak menyebutkan angka pasti. Namun demikian dia menyebutkan lada Indonesia memiliki tingkat kepedasan lebih tinggi dibandingkan lada pada umumnya.

"Lada Indonesia memiliki tingkat kepedasanan 6,1 sedangkan lada pada umumnya 3,2 sehingga banyak disukai pasar," katanya kepada awak media.

Advertisement

Terkait hal itu, lanjutnya, Kementerian Pertanian siap melakukan peremajaan serta penanaman baru tanaman lada di Tanah Air seluas 45 ribu hektare guna meningkatkan produksi dan produktivitas lada nasional.

Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,75 triliun pada 2018 untuk pengembangan hortikultura, perkebunan dan rempah-rempah yang salah satunya komoditas lada.

Advertisement

"Pada masa lalu rempah-rempah kita berjaya, saat ini pemerintah akan mendorong kembali kejayaan rempah-rempah nasional," katanya.

Amran mengatakan, untuk itu Kementan menyiapkan bantuan alat dan mesin pertanian serta benih sebagai upaya peremejaan tanaman lada yang sudah tua dan produktivitasnya menurun.

"Kita akan menyiapkan benih lada untuk lahan sekitar 2000 hektare atau setara dua juta batang," katanya.

Dia mengatakan daerah-daerah penghasil rempah seperti Maluku akan didorong untuk dijadikan daerah penghasil rempah-rempah kualitas ekspor.

Berdasarkan data Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan, produksi lada tahun 2016 mencapai 82,17 ribu ton. Besarnya produksi ini naik 0,82 persen dari produksi tahun 2015 yang hanya mencapai 81,50 ribu ton. Sementara produksi lada di tahun 2017, diperkirakan meningkat 0,97 persen ata 82,96 ribu ton dari tahun 2016.

Dari besarnya produksi tersebut, di tahun 2016 total ekspor lada Indonesia 53,10 ribu ton. Ekspor lada pada periode Januari hingga Agustus 2017 mencapai 27,46 ribu ton atau naik 16,57 persen dibanding pada periode yang sama di tahun 2016 yang hanya 23,56 ribu ton.

Terdapat lima provinsi penghasil komoditas lada yaitu Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Lampung merupakan penghasil utama lada dengan kontribusinya terhadap produksi nasional sebesar 58,32 persen.

Sementara Provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan sumbangannya terhadap produksi nasional sebesar 41,68 persen.

Ada pun potensi pasar ekspor lada Indonesia ke luar negeri cukup besar, karena terdapat negara-negara yang volume impornya sangat tinggi seperti, Amerika Serikat, Jerman, Vietnam, India, Thailand, Spanyol, dan Jepang.