Harga Referensi CPO Menguat 0,43 Persen

Oleh : Hariyanto | Rabu, 28 Maret 2018 - 17:29 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Harga referensi produk Crude Palm Oil (CPO) periode April 2018 untuk penetapan Bea Keluar (BK) sebesar 711,62 dolar AS per metrik ton (MT), yang menguat sebesar 3,02 dolar AS atau 0,43 persen dari bulan sebelumnya yang sebesar 708,60 dolar AS/MT.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan bahwa penetapan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 45 Tahun 2018 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar.

"Saat ini harga referensi CPO menguat dan tetap berada pada level di bawah 750 dolar AS/MT. Untuk itu, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar nol dolar AS/MT untuk periode April 2018," kata Oke, dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa.

BK CPO untuk April 2018 tercantum pada Kolom 1 Lampiran II Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No. 13/PMK.010/2017 sebesar nol dolar AS/MT. Nilai tersebut sama dengan BK CPO untuk periode Februari 2018.

Sementara itu, harga referensi biji kakao pada April 2018 juga mengalami peningkatan sebesar 351,83 dolar AS atau 17,45 persen, yaitu dari 2.016,57 dolar AS/MT menjadi 2.368,40 dolar AS/MT.

Hal tersebut berdampak pada penetapan HPE biji kakao yang naik 343 dolar AS atau 19,7 persen dari 1.741 dolar AS/MT pada periode bulan sebelumnya menjadi 2.084 dolar AS/MT pada April 2018. Peningkatan harga referensi dan HPE biji kakao disebabkan menguatnya harga internasional.

Namun demikian, penguatan ini tidak berdampak pada BK biji Kakao yang tetap sebesar lima persen.Hal tersebut tercantum pada kolom 2 Lampiran II Huruf B Peraturan Menteri Keuangan No. 13/PMK.010/2017.

Sementara untuk produk kayu, terdapat perubahan HPE pada kelompok serpih kayu yaitu kayu dalam bentuk keping/pecahan (wood in chips/particle) dan kepingan kayu (chipwood).

HPE pada kelompok kayu tersebut naik sebesar enam dolar AS dari 55 dolar AS/ton menjadi 61 dolar AS/ton pada bulan April 2018.

HPE untuk produk kayu lainnya tetap tidak ada perubahan dari periode bulan lalu. BK untuk seluruh komoditas produk kayu tetap tidak ada perubahan dari periode bulan lalu sebesar 2-15 persen.

Untuk HPE dan BK produk kulit tidak ada perubahan dari periode bulan sebelumnya. (Ant)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GE Healthcare

Senin, 09 Desember 2019 - 09:30 WIB

Agen Informatika Pencitraan GE Healthcare Bersertifikat Halal

Dua agen kontras GE Healthcare telah disertifikasi halal, memperbanyak pilihan radiologis untuk pasien mereka di Indonesia. Omnipaque dan Visipaque, yang membentuk lebih dari sepertiga pasar…

Qantas Air (Foto Dok Qantas)

Senin, 09 Desember 2019 - 09:00 WIB

Travelport dan Qantas Melanjutkan Peluncuran NDC di Asia-Pasifik

Sebagai kelanjutan dari dukungan kepada New Distribution Capability yang digunakan oleh Qantas, termasuk Qantas Distribution Platform (QDP), Travelport, perusahaan teknologi terkemuka yang melayani…

Pedagang daging ayam di sebuah pasar tradisional

Senin, 09 Desember 2019 - 08:35 WIB

Timor Leste Tujuan Ekspor Pakan dan Daging Olahan

Surabaya - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus melipatgandakan ekspor produk pertanian termasuk peternakan hingga meningkat tiga kali lipat. Langkah nyata yang ditempuh…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 09 Desember 2019 - 08:23 WIB

IHSG Berpola Naik Cermati Saham-saham Pilihan

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6089 - 6261 pada perdagangan Senin (9/12/2019). Cermati saham-saham yang direkomondasikan.

Industri Es Krim Tumbuhan di Atas 10 Persen Lima Tahun ke Depan

Senin, 09 Desember 2019 - 08:00 WIB

Industri Es Krim Tumbuhan di Atas 10 Persen Lima Tahun ke Depan

Tetra Pak® Indonesia Indonesia memaparkan tren kunci global dan regional dalam industri es krim pada tahun 2019 di seminar eksklusif konsumen bagi para pemain kunci industri es krim di Jakarta…