INDUSTRY.co.id, Jakarta - Bank DKI berharap pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) di kevel 15 persen. Proyeksi dpk 15 persen hingga akhir 2018.
Kresno Sediarsi, Direktur Utama Bank DKI menyebutkan, upaya mencapai pertumbuhan DPK tersebut, salah satunya dengan kerjasama pembayaran e-Samsat Polda Metro Jaya.
"Pertumbuhan DPK 15 persen yang salah satu kontributornya diperkirakan dari hasil kerjasama dengan Polda Metrojaya," kata dia di Jakarta, Senin (26/3/2018).
Untuk penyedia pembayaran e-Samsat, lanjut dia, Bank DKI tidak memotong biaya administrasi kepada masyarakat yang membuat STNK di Polda Metrojaya. Kecuali bank lain yang menggunakan mesin EDC Bank DKI pastinya akan dikenakan oleh bank yang bersangkutan.
Soal target dana kelolaan e-Samsat, kata dia berkisaran puluhan miliar. Apalagi jumlah kendaraan bermotor jutaan.
"Kita enggak potong biaya, kita berharap dapat dananya hasil mengelola dana e-Samsat yang terkumpul di Bank DKI," katanya.