Pakar: Teknologi Arus Geo Dapat Mengidentifikasi Sumber Energi Panas Bumi Yang Lebih Baik

Oleh : Hariyanto | Senin, 19 Maret 2018 - 10:20 WIB

Ilustrasi energi panas bumi (ist)
Ilustrasi energi panas bumi (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Litbang ESDM menggelar seminar Geo-Flow Imaging dengan mengundang pakar teknologi dari IESE (Institute of Earth Science and Engineering) dari Selandia Baru, Peter Leary pada 15 Maret 2018 lalu.

Hadir pada acara tersebut, para ahli geofisika dan geologi Badan Litbang ESDM, litbang perusahaan pembangkit tenaga panas bumi, dan kalangan akademisi. Geo-Flow Imaging merupakan teknologi dan metodologi terbaru ini untuk memetakan sistem panas bumi secara lebih akurat dengan biaya pengeboran yang bisa lebih efisien secara signifikan.

Menurut Peter, teknologi pencitraan arus geo ini dapat memberikan hasil identifikasi sumber energi panas bumi yang lebih baik dan efektif dalam proses pembebanan. "Geo-Flow Imaging juga akan memberikan proses terbaik dan hemat biaya untuk mengidentifikasi sumber energi panas bumi yang layak dieksploitasi," ujarnya.

Hal ini, lanjut Peter, akan mengurangi biaya eksplorasi dan pengeboran sumur geotermal yang lebih murah, lebih cepat dan lebih baik. "Dengan Geo-Flow Imaging ini juga akan mengurangi risiko, dan meningkatkan peluang balik modal lebih cepat," ungkap Peter.

Ia menjelaskan, metode ini sebelumnya telah sukses diaplikasikan pada eksplorasi minyak dan gas bumi (migas). Dengan beberapa modifikasi, Geo-Flow Imaging telah sukses pula diterapkan di panas bumi.

Kepala Badan Litbang ESDM, Sutijasto pada kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa hampir 70% investasi panas bumi adalah untuk pengembangan hulu.

"Investasi hulu didominasi biaya sumur yang berkontribusi sekitar 70 persen. Artinya peran teknologi pengeboran terdepan sangat krusial untuk meningkatkan keekonomian pengembangan energi panas bumi," ujarnya.

Ia berharap para peneliti setelah mendapat wawasan baru ini, dapat mengembangkan beberapa teknologi inovatif yang dapat mengurangi biaya dalam pengeboran panas bumi untuk mendukung tersedianya energi yang berkelanjutan dan terjangkau di Indonesia.

Sementara itu, Diretur Utama PT Energy Development Center (EDC) Panas Bumi Indonesia, Delas M. Pontolumiu menjelaskan bahwa metodologi yang diadopsi dari teknologi pengeboran migas ini memang belum pernah dipraktekkan di kegiatan hulu panas bumi PT EDC.

Jika dilakukan pada fase eksplorasi dan eksploitasi akan lebih mudah dan mengurangi biaya pengeboran. Metodologi ini rencananya akan diiuji coba dalam pilot project di salah satu wilayah kerja panas bumi dari tujuh WK panas bumi PT EDC yang ada di Filipina.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pastikan Warga Wamena Terima PKH, Kemensos Sisir Korban Kerusuhan dan Warga Miskin

Selasa, 22 Oktober 2019 - 04:00 WIB

Pastikan Warga Wamena Terima PKH, Kemensos Sisir Korban Kerusuhan dan Warga Miskin

Kementerian Sosial terus melakukan validasi data bagi masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH), baik reguler maupun adaptif yang merupakan korban kerusuhan Wamena 23 September 2019…

Satgas Yonif 411 Kostrad Berikan Layanan Kesehatan Waga di Bivak Papua

Selasa, 22 Oktober 2019 - 03:00 WIB

Satgas Yonif 411 Kostrad Berikan Layanan Kesehatan Warga di Bivak Papua

Tidak hanya melaksanakan tugas pokoknya dalam menjaga keutuhan NKRI, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad juga memberikan layanan kesehatan kepada…

Peserta HNJA saat mengunjungi salah satu Desa binaan Aqua

Selasa, 22 Oktober 2019 - 00:33 WIB

Biogas Mampu Tekan Biaya Pembelian Gas Elpiji Masyarakat

- Bali - Danone melalui Pabrik Aqua memberikan pendampingan ke masyarakat Bali, diantaranya Pariwisata, membantu kepemilikan biogas, pertanian dan ke pemulung. Kesemuanya bentuk keperdulian…

Bibit Ubikayu (Foto:Doc Kementan)

Senin, 21 Oktober 2019 - 22:37 WIB

Pengembangan Bibit Unggul Ubi Kayu, Kementan Bantu Sertifikasi

Jakarta - Industri Pangan olahan ubi kayu saat ini sedang digandrungi masyarakat. Mulai dari minuman berbahan tapioka hingga makanan ringan seperti kripik atau chips stik. Untuk itu dibutuhkan…

CIMB Niaga - foto IST

Senin, 21 Oktober 2019 - 22:17 WIB

CIM Niaga Miliki Aplikasi Mobile Banking

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) memperkenalkan aplikasi mobile banking terbaru bagi nasabah korporasi yaitu BizChannel@CIMB Mobile. Kehadiran aplikasi tersebut diharapkan dapat…