INDUSTRY.co.id -Jakarta, Industri kaca lembaran dan pengaman nasional semakin di ujung tanduk. Tidak hanya itu, daya saing industri kaca lembaran dari tahun ke tahun terus tergerus.

Advertisement

Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus Gunawan mengatakan, ada beberapa hal yang membuat tergerusnya daya saing industri kaca nasional.

Pertama, persoalan harga gas industri yang hingga saat ini masih menjadi polemik untuk sebagian pengusaha dikarenakan harganya yang terlalu tinggi.

Advertisement

"Gas kita masih mahaljika dibandingkan dengan Malaysia, padahal Indonesia adalah salah satu produsen gasbterbesar di dunia, tapi ko kalah sama Malaysia," ujar Yustinus di Jakarta (14/3/2018).

Selain itu, lanjutnya, persoalan kedua adalah aturan yang diterapkan oleh pemerintah terkait dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Menurutnya, pemberlakuan SNI wajib menjadi hambatan daya saing industri kaca nasional.

Advertisement

Namun, ia menambahkan, pihaknya juga mendorong agar seluruh anggota bisa mengikuti SNI ini untuk bisa bersaing dengan produk impor yang semakin membanjiri pasar Indonesia.

"Akan tetapi, aturan SNI nya harus jelas, karena banyak sekali macam-macam kaca," tuturnya.

Advertisement