INDUSTRY.co.id -Jakarta, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa program cetak sawah dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan bagian kecil dari rencananya meningkatkan produktivitas.
"Cetak sawah itu buka hal yang mudah, saat ini untuk cetak sawah itu naik 50p persen. Jangan persoalkan masalah 2 hejtar dibawa-bawa ke publik, padahal naiknya 500 persen," ujar Amran kepada awak media susai pembukaan JFSS ke-4 di JCC, Jakarta, Kamis (8/3/2018).
Ia menambahkan, cetak sawah dari dahulu setiap tahunnya hanya 24 ribu hektar. Sekarang setelah kerja sama dengan pihak lain naik menjadi 138 ribu hektar per tahun.
"Dulu24 ribu hektar, sekarang 138 ribu hektar naik 500 persen," tegas Amran.
Lebih lanjit, ia menuturkan, saat ini yang harus difokuskan adalah bagaimana meningkatkan produktivitas dengan cara planting indeks tanaman, serta menekan biaya produksi dengan sistem mekanisasi.
"Ini yang harus mjadi fokus kitabuntuk menuju kesejahteraan petani," katanya.
Menurut Amran, pendekatan saat ini yang harus dilakukan adalah bagaimana mewujudkan paradigma pertanian nasional menuju pertanian modern.
"Perbaikai infratstruktur, perbaiki prosessing, ujungnya adalah kita akan meningkatkan kesejahteraan petani," tuur Amran.
Sebelumnya dalam sambutan pembukaan JFSS, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyindir kebijakan Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang menggandeng Tentara Negara Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) dalam pelaksanaan cetak sawah. Menurutnya program tersebut tidak ampuh meningkatkan kesejahteraan petani.
JK menilai langkah yang diambil Amran menggandeng TNI merupakan hal yang salah. Sebab kerjasama itu hanya membantu dalam hal tenaga, sementara yang dibutuhkan petani adalah bantuan teknologi.
Dia pun menginstruksikan agar Amran tidak melanjutkan lagi program cetak sawah dengan TNI. Dia berharap agar Kementerian Pertanian fokus bagaimana meningkatkan produksi berbasis teknologi.