Nambah Gerai Baru, Sepatu Bata Targetkan Investasi USD 30 juta

Oleh : Kormen Barus | Rabu, 07 Maret 2018 - 09:13 WIB

PT Sepatu Batu Tbk (BATA) (Foto Dok Industry.co.id)
PT Sepatu Batu Tbk (BATA) (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Bogor-Di bawah pimpinan Direktur Utama yang baru, Indeepreet Singh, PT Sepatu Batu Tbk (BATA) pada  tahun ini  menyiapkan sejumlah rencana bisnis Perusahaan. Ritel produk alas kaki dengan brand Bata ini akan terus melakukan ekspansi gerai dan produk serta menawarkan konsep waralaba.

PT Sepatu Bata Tbk akan menambah 25 gerai baru di 2018. Tidak hanya menambah, Bata juga akan mengubah puluhan wajah baru pada gerai dengan konsep warna merah dan putih. Investasi yang disiapkan untuk pembukaan satu gerai maupun untuk renovasi sama saja yakni sekitar USD 30 juta atau setara Rp 412,9 miliar (Rp 13.766/USD).

"Kita akan modifikasi saat ini 40 sampai 60 toko akan dimodifikasi atau direfresh," kata Head Of Marketing Bata Indonesia, Marrie Sondang, di Bata Store, Botani Square, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/3).

Dari ragam strategi yang dicanangkan, perseroan menargetkan pertumbuhan pasar di 2018 ditaksir akan mencapai 10 persen dengan terus menambah koleksi-koleksi terbaru dari Bata. “Saat ini perseroan juga tengah menjalankan strategi pembangunan merek. Selama ini, sepatu Bata kerap dikira merek lokal,”ujar Marrie.

Di samping penambahan gerai milik sendiri, BATA juga berencana mulai menarwarkan kemitraan waralaba di tahun ini. Untuk konsep ini,  Direktur Utama BATA, Inderpreet, mengatakan, pihaknya tertarik menawarkan kemitraan karena melihat pasar waralaba di Indonesia sangat besar.

Tahun ini, BATA menargetkan bisa menjalin 15 kemitraan waralaba. "Walaupun kami mau coba tawarkan waralaba, ekspansi ke depan tetap kita akan fokuskan secara sendiri. Waralaba ini hanya inovasi tambahan saja untuk mendorong pertumbuhan bisnis," kata Inderpreet.

Inderpreet juga belum bersedia menjelaskan mekanisme bisnis waralaba yang akan ditawarkan tahun depan lantaran masih dalam proses persiapan. Nantinya, bisnis waralaba ini akan dikelola departemen non ritel.

Sementara strategi perusahaan dari sisi produk tahun ini, masih  fokus menciptakan produk alas kali yang lebih menarik dan trendy sehingga pilihan di toko semakin bervariasi.

Soal strategi penjualan, Marrie Sondang, mengatakan, selain mendorong penjualan lewat gerai, Sepatu Bata juga akan terus meningkatkan penjualan lewat online atau e-commerce. Saat ini, perusahaan memang masih memanfaatkan situa e-commerce yang ada seperti Lazada. Namun, ke depan, perusahaan berencana mengembangkan platform e-commerce sendiri. Dengan strategi-strategi tersebut, BATA optimis bisa meraih market share 10 % di akhir tahun 2018.

Bata Persembahkan Koleksi Terbaiknya

Maret ini, PT Sepatu Bata, Tbk juga meluncurkan brand sepatu terbaru untuk para pecinta tren alas kaki. Bata Red Label dikembangkan oleh Bata bersama brand sepatu asal Amerika Utara yaitu Aldo. “Secara bersama-sama kami mengkombinasikan kenyamanan dan fashion terbaru dengan harga yang terjangkau. Selamat Datang di Bata Red Label – warna merah yang wajib dimiliki,”ujar Marrie.

Dirancang di Amerika Utara dan terinpsirasi oleh gaya perkotaan New York & London, Red Label membawa tren baru seperti pola floral dan warna terang yang berani ke dalam Toko Bata. Dengan jajaran produk yang sangat fashionable dengan harga yang terjangkau. Koleksi ini ditujukan untuk mereka yang suka tampil dan terlihat lebih muda dan diperuntukan untuk mereka yang tidak pernah puas dengan isi lemarinya. Koleksi ini merupakan koleksi yang terus menerus berganti mengeluarkan produk-produk terbarunya– Jadi segera ambil pasang sepatu yang kamu suka sebelum kehabisan!

Seksi & nyaman dengan harga yang terjangkau merupakan salah satu tujuan utama kami. Setiap orang sepatutnya bisa mengekspresikan karakter mereka melalui penampilannya, persis seperti koleksi Red Label, yang menyuarakan kecantikan dan gaya terbaru.

“Bata bekerja sama dengan Aldo, kami sama-sama percaya atas terbukanya segmen pasar baru di luar dari yang biasanya. Aldo juga merupakan pentolan dalam membawa tren terkini secara cepat ke pasaran dan Bata lah yang membuatnya dapat dijangkau,”papar Marrie.

Tim desainer BATA menelusuri tren terkini dari seluruh dunia untuk menyiapkan koleksi produk yang segar dan unik ini untuk pria dan wanita. Pihaknya bangga, karena dengan Red Label, BATA telah memberikan pengalaman fashion terbaik untuk pelanggan Bata.

Warna merah, kata Marrie,  sengaja dipilih untuk mencerminkan nilai-nilai brand Bata dan warisannya. Untuk lebih dari 120 tahum warna merah telah mewakili Bata sebagaimana perjalanan Bata hingga saat ini. Pihaknya selalu berupaya untuk memperoleh apa yang diinginkan oleh pelanggan dan memberikan lebih dari pada itu. Red Label merupakan perwujudan dari kerja keras. Warna merah ini juga akan diutamakan di dalam toko, sehingga koleksi ini dengan mudah dapat dikenali.

Menurut Marrie, Bata ingin melibatkan generasi-generasi baru pemakainya, di mana banyak dari mereka dibesarkan sambil menggunakan brand Bata, membuat mereka mampu mengenali koleksi terbaru ini. “Selagi Bata bisa dipercaya dan dicintai, meski tidak selalu berada di ujung tombak tren. Dengan Red Label, kami ingin menyapa generasi-generasi muda yang telah tumbuh bersama kami, dengan memberikan apa yang mereka inginkan hari,”jelasnya. (Kormen)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Capres Prabowo Subianto (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 22 April 2019 - 20:30 WIB

Capres Prabowo Sakit, Tak Bisa Bertemu Utusan Capres Jokowi

Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo menyebutkan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tidak bisa bertemu…

Ilustrasi Industri Manufaktur (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 22 April 2019 - 20:15 WIB

Kejar Target Pertumbuhan Industri 5,4 Persen, Ini Program Strategis Menperin

Kementerian Perindustrian terus berupaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) kompeten terutama yang siap menghadapi era industri 4.0.

Bambang Soesatyo Ketua DPR RI (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 22 April 2019 - 20:00 WIB

54 Petugas Penyelenggara Pemilu Meninggal, Ketua DPR RI Prihatin

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas meninggalnya 54 petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan 10 aparat kepolisian saat menjalankan…

Ilustrasi SDM Industri

Senin, 22 April 2019 - 19:45 WIB

Sektor Industri Mampu Serap 672 Ribu Tenaga Kerja per Tahun

Kementerian Perindustrian terus berperan aktif menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan dunia industri.

Jimly Asshiddiqie Ketum ICMI (Foto: Teropong Senayan)

Senin, 22 April 2019 - 19:30 WIB

Jimly: Sebaiknya Jokowi-Prabowo Bertemu Silaturahmi

Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Prof Dr Jimly Asshiddiqie menganjurkan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk…