INDUSTRY.co.id - Jakarta- Dengan adanya penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanageran yang dicatat oleh Basan Pusat Statistik (BPS) bahwa wisatawan mancanegara terhitung pada Januari 2018 mengalami penurunan sebesar 6,17 persen yang berarti menjadi 1,04 juta orang dimana sebelumnya pada Januari 2017 sebesar 1,11 juta orang.
Menurut I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata mengatakan bahwa penurunan tersebut masih diakibat dengan peristiwa meletusnya Gunung Agung di Bali.
"September Gunung Agung sudah status empat, maka timbul travel warning dari berbagai negara. Kemudian, tanggal 26 November, terjadi penutupan bandara selama tiga hari yang mengakibatkan wisatawan asal Cina mengalami penuruan secara drastis," katanya, saat ditemui di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis (1/3/2018).
Lalu, sambung Pitana pemerintah Indonesia langsung mengambil tindakan dengan mengajak Presiden Joko Widodo untuk ke Bali.
"22 Desember, Presiden ke Bali, selfie di Pantai Kuta, sehingga pengaruhnya luar biasa. Sehingga, sejak itu langsung ter-recovery," lanjutnya.
Tetapi kelihatannya belum ter-recovery murni. Sehingga untuk bulan Januari itu Bali mengalami penurunan 24 persen dibandingkan dengan Januari tahun 2017.
"Januari 2017 jumlah kunjungannya 455 ribu orang ke Bali. Jadi hebat Bali, satu bulan saja setengah juta. Kemudian Januari 2018, kunjungan wistawan capai 345 ribu atau turun 24,29 atau berkurang 10 ribu. Jadi jelas pengurangannya. Artinya, Bali sudah mulai recovering tapi belum sembuh total. Sembuhnya baru 70 persen," jelas Pitana.
Pitana juga menyampaikan, oleh karena itu makan kita gencar untuk promosi Bali.
"Mengapa serius untuk recovery Bali, karena bukan masalah jumlah tetapi image, karena citra Bali luar biasa. Ketika Bali menakutkan bagi semua orang, itu drop semua," pungkasnya.