Industri Manufaktur RI Masuk Jajaran Lima Besar Dunia

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 27 Februari 2018 - 06:46 WIB

Produksi Tekstil (Ilustrasi)
Produksi Tekstil (Ilustrasi)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia berkontribusi sebesar 2,5% terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. Hal ini mengungguli kontribusi dari negara-negara lain seperti Korea Selatan, Australia, Kanada, Inggris, Jepang, Brazil dan Rusia. Bahkan Airlangga menyebut Indonesia menjadi salah satu kunci bagi mesin pertumbuhan ekonomi dunia.

"Dari sektor industri manufaktur, secara persentase kontribusi Indonesia terhadap PDB, masuk dalam jajaran lima besar dunia. Mengungguli Jepang, India, dan Amerika Serikat. Bahkan, di antara negara-negara berkembang, hanya Indonesia dan China berada di posisi lima besar," kata Airlangga di Jakarta, Senin (26/2/2018).

Hasil analisa World Economic Forum, Asia semakin mendominasi pertumbuhan dunia pada tahun 2017 dan diperkirakan hingga tahun berikutnya. Kontribusi Asia terhadap PDB dunia pada tahun 2010 sebesar 34%. Diprediksi akan meningkat menjadi 43,8% pada tahun 2019. Tentu Indonesia berkontribusi cukup besar atas dominasi tersebut.

Sementara itu untuk lingkup regional, Asean merupakan mesin kedua terbesar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dunia setelah kontribusi dari China. Kawasan Asia Tenggara yang memiliki lebih dari 500 juta jiwa penduduk ini dinilai menjadi pasar potensial dalam membangun basis produksi manufaktur.

Sementara jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi, Indonesia mampu mencapai 5,2 % atau di atas rata-rata perolehan ASEAN sebesar 5,1 persen. Artinya, Indonesia berperan penting dalam memacu perekonomian di ASEAN."Indonesia merupakan negara terbesar di Asean, ekonominya sudah masuk dalam klub USD1 triliun atau sepertiga dari ekonominya ASEAN," pungkasnya

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Laman resmi SehatQ

Minggu, 05 April 2020 - 15:30 WIB

Mengetahui Cara Penyebaran dan Cek Risiko Covid-19 di SehatQ

Seperti yang sudah disampaikan oleh World Health Organization (WHO), virus ini tidak menyebar lewat udara. Covid-19 hanya bisa menular melalui percikan batuk, bersin, atau air liur yang terpercik…

Ilustrasi Minyak Mentah Indonesia

Minggu, 05 April 2020 - 15:30 WIB

Gegara Covid-19, Harga Minyak Mentah Indonesia Tertekan Menjadi USD34,23/Barel

Agung menjelaskan, penyebab utama dari penurunan ICP adalah penyebaran Covid-19 di sebagian besar negara-negara produksi minyak mentah sehingga mengakibatkan anjloknya penurunan produksi. "Travel…

Pegadaian Salurkan Bantuan Tanggulangi Pandemi Covid-19

Minggu, 05 April 2020 - 15:25 WIB

Pegadaian Terus Salurkan Bantuan Tanggulangi Pandemi Covid-19

Kepala Divisi KBL PT Pegadaian (Persero) Hertin Maulida mengatakan, pemberian bantuan terus dilakukan sebagai salah satu wujud komitmen PT Pegadaian (Persero) untuk terus memberikan dukungan…

Digital Launge Bank Bukopin

Minggu, 05 April 2020 - 15:23 WIB

Trade Finance dan Funding Retail Jadi Andalan Bank Bukopin

Bank Bukopin berhasil menutup tahun 2019 dengan membukukan pertumbuhan kinerja secara signifikan. Selama periode tersebut, sektor trade finance menjadi salah satu andalan Perseroan untuk memacu…

Bendungn Bendo

Minggu, 05 April 2020 - 15:08 WIB

Bendungan Bendo Berkapasitas 43,11 Juta m3 Siap Digenangi Akhir Tahun 2020

Saat ini konstruksi Bendungan Bendo sudah 73,26%. Bendungan ini ditargetkan selesai konstruksinya dan siap digenangi pada akhir tahun 2020.