INDUSTRY.co.id, Kotawaringin Barat - Wisata sejarah merupakan salah satu destinasi favorit yang disukai oleh para wisatawan. Karena, selain mengenal berbagai sejarah di daerah tersebut, wisatawan bisa mengetahui cerita dibalik detinasi tersebut.
Salah satu wisata sejarah yang terdapat di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah yang mempunyai segambreng wisata sejarah seperti Istana Kuning.
Istana Kuning, merupakan Istana Kerajaan pada masa Kesultanan kutarangin yang berlokasi berada di tengah kota Pangkalan Bun dan bersebelahan dengan lapangan tugu.
Menurut Gusti Muhammad Nasar yang merupakan Pemandu Wisata di Istana Kuning ini mengatakan, istana ini selain menjadi ciri khas suku Dayak, tetapi juga menampilkan ciri khas suku Melayu.
"Istana ini merupakan salah satu kebesaran dan kemegahan pada waktu kejayaan kesultanan yang dibangun pada tahu 1906. Ini, merupakan satu-satunya kerajaan di 14 wilayah di Kalimantang Tengah," katanya saat ditemui oleh Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar), di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Sabtu (17/2/2018).
Nasar menceritakan, dulunya Istana Kuning ini memiliki enam bagian. Tetapi, saat ini hanya memiliki empat bagian dikarenakan sisi kanan dan kiri belum terbangun karena terbakar pada tahun 1986.
"Tahun 1986, Istana Kuning ini pernah terbakar oleh orang gila yang sedang main-main di sini dan Ia sedang bermain dengan api lalu terbakarlah. Memang, Istana Kuning ini dulunya kurang perawatan dan banyak ilalang yang tinggi, akhirnya Istana Kuning ini terbakar," lanjutnya.
Akhirnya, pembangunan dimulai pada tahun 2006 dan hingga saat ini masih dibangun. Sekarang, bangunan yang tersedia hanya empat bagian saja yang terdiri dari bangunan yang di sebelah kanan ada untuk dapur kecil dan dapur besar. Di sisi kiri itu adalah Lawang Agung Balai Peranginan yang fungsinya untuk Sultan bersantai dan sewaktu-waktu jika kalau ada pengumuman penting Beliau mengumumkannya di situ.
"Lalu, ada bagian Balai Rumbang yang merupakan jalan yang menguhubungkan bagunan yang satu dengan bangunan yang lainnya. Setelah itu ada ruangan di atas yang merupakan tempat untuk Sultan Sholat malam. Selain itu ada Lawang Kuning yang berfungsi sebagai tempat tinggal Sultan dan melakukan berbagai kegiatan lainnya," jelas Nasar.
Dahulu, sebelum terbakar sebenarnya bangunan ini bukan bernama Istana Kuning, melainkan Istana Sultan. Pemberian nama tersebut dikarenakan bangunan ini memiliki pintu berwarna kuning.
"Pintunya menggunakan kayu ulin yang benar-benar berwarna kuning. Tetapi sebelum terbakar memang berwarna kuning dan hijau. Kuning merupakan warna orang Melayu yang menggambarkan kebesaran dan kemuliaan dan, hijau menandakan kerjaan ini adalah kerjaan Islam," ujarnya, Nasar.
Kalau diperhatikan jika dari luar, Istana ini merupakan bangunan dari perpaduan bangunan orang Cina, Melayu dan Dayak. Di Istana Kuning ini, wisatawan bisa melihat berbagai replika barang-barang kerajaan, serta melihat lukisan para sultan Kotawaringin Barat pada saat itu.
Istana Kuning ini dibuka tiap harinya dari Senin hingga Minggu dengan cukup membayar Rp5 ribu untuk umum, jika pelajar dikenakan biaya Rp3 ribu. Sedangkan, untuk turis dikenakan biaya Rp10 ribu saja.